5 Makanan Alternatif Pengganti Beras di Kala Pandemi

Ada anggapan di masyarakat bahwa mengonsumsi makanan alternatif selain beras, terutama umbi-umbian sering kali dikaitkan dengan kemiskinan. Pandangan ini keliru, karena banyak makanan alternatif yang mengandung gizi lengkap dan baik untuk kesehatan.

5 Makanan Alternatif Pengganti Beras di Kala Pandemi
Legume, foto: dok. freepik

Bitjournal.id—Hadirnya pandemi Covid-19 mengakibatkan berbagai sektor mengalami penurunan, tidak terkecuali sektor ekonomi. Kebijakan pemerintah untuk memberlakukan pembatasan sosial mengakibatkan banyak perusahaan yang “merumahkan” pekerjanya tanpa upah. Hal ini mengakibatkan banyak masyarakat kehilangan pekerjaan dan sumber pendapatan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Januari 2021 sebesar 1,55 persen year on year (YoY), lebih rendah dari Januari 2020 yang mencapai 2,68 persen. Daya beli masyarakat masih belum pulih data tersebut menunjukkan bahwa dampak pandemi Covid-19 belum reda. Daya beli masyarakat rendah meski sudah hampir satu tahun Indonesia dilanda pandemi.

Untuk tetap bertahan hidup, masyarakat harus pandai-pandai memutar otak agar bisa makan di tengah krisis yang terjadi. Persepsi masyarakat yang beranggapan bahwa “kalo belum makan nasi, ya belum makan” harus dihilangkan.

Ada berbagai jenis makanan alternatif pengganti beras yang dapat dikonsumsi masyarakat. Selain mudah didapat dan harga jual yang jauh lebih murah, kandungan gizi dari makanan alternatif ini tidak jauh berbeda dibandingkan dengan beras. Berikut merupakan beberapa makanan alternatif pengganti beras yang dapat dikonsumsi masyarakat di kala pandemi.

Singkong

Singkong (Manihot utilissima) merupakan produk pertanian terbesar kedua setelah padi. Umbi singkong memiliki kandungan gizi yang cukup lengkap. Di dalam 100 gram singkong mengandung energi sebesar 154 kkal, protein 1 g, karbohidrat 36,8 g, lemak 0,3 g, kalsium 77 mg, fosfor 24 mg, dan zat besi 1,1 mg. Selain itu, singkong juga mengandung vitamin B1 dan vitamin C.

Beberapa jenis olahan singkong yang ada di masyarakat yaitu singkong rebus, singkong goreng, keripik, tape, dan gethuk.

Singkong, foto: dok. freepik.com

Ubi Jalar

Ubi jalar adalah bahan pangan lokal yang berasal dari kelompok umbi-umbian. Sebagai sumber karbohidrat, ubi jalar dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti beras untuk makanan keluarga. Ada berbagai jenis ubi jalar, yang mana ubi jalar dikelompokkan berdasarkan warna kulit dan daging umbi. Ada yang berwarna putih, kuning tua, merah muda, dan ungu.

Ubi jalar memiliki kandungan karbohidrat, lemak, protein, dan mineral yang diperlukan oleh tubuh. Dalam 100 gram ubi jalar mengandung 83-151 kalori. Meskipun karbohidrat pada ubi jalar lebih rendah dibandingkan beras, namun kandungan serat, vitamin A dan C, serta kalsium pada ubi jalar jauh lebih tinggi.

Pada umumnya, ubi jalar diolah menjadi ubi rebus, ubi goreng, kolak, ubi bakar, dan gethuk. Ada pula berbagai jenis jajanan ringan yang terbuat dari ubi jalar seperti timus, nagasari, petolo, klepon, cenil, dan juga keripik.

Ubi Jalar, foto: dok. freepik.com

Jagung

Jagung (Zea mays, L.) merupakan tanaman pangan biji-bijian penghasil karbohidrat. Tanaman ini termasuk ke dalam tanaman semusim. Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80 – 150 hari. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga kaya akan komponen pangan fungsional seperti serat, asam lemak esensial, isoflavone, mineral, antosianin, dan betakaroten.

Berbagai makanan olahan yang terbuat dari jagung diantaranya yaitu beras jagung, jagung rebus, perkedel jagung, marning, dodol, dan sup jagung.

Jagung, foto: dok. freepik.com

Sorgum

Sorgum merupakan tanaman pangan yang sudah lama dikenal oleh sebagian petani di Jawa dan Nusa Tenggara. Sorgum adalah tanaman semusim yang toleran kekeringan dan tidak banyak memerlukan air selama pertumbuhannya. Menurut Direktorat Jenderal Tanaman dan Hortikultura, kandungan pati dalam biji sorgum cukup tinggi, yaitu sekitar 83%. Sedangkan kadar lemak dan proteinnya masing-masing 3,60% dan 12,3%.

Beberapa produk olahan makanan dari sorgum antara lain roti-rotian seperti chapati, bolu, tortilla, injera, kisia, dan dosai. Selain itu ada pula cemilan berupa emping, ugali, buburtuwu, wowoto, dan urap sorgum.

Sorgum, foto: dok. freepik.com

Sukun

Sukun merupakan jenis tanaman yang sudah dibudidayakan masyarakat Indonesia sejak lama. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik sepanjang tahun di daerah tropis basah beriklim monsoon. Buah tanaman sukun memiliki kandungan gizi yang tinggi dan potesial dijadikan bahan makanan pokok alternatif pengganti beras. Kandungan gizi tersebut diantaranya yaitu karbohidrat 25%, protein 1,5%, dan lemak 0,3%.

Berbagai makanan olahan dari buah sukun yaitu sukun bakar, sukun goreng, keripik, gethuk, gaplek, kue sukun, donat, dan bubur sukun.

Sukun, foto: dok. freepik.com

Editor: Wahyu Eko S.