Ajudan Setia dan Pemberani

“Teori Tak Semudah Prakteknya. Ajudan Adalah Seni Melayani”-Giri Nughroho

Ajudan Setia dan Pemberani
Ilustrasi cover depan buku Ajudan, foto: dok. Bitread

Bitjournal.id--Buku dengan nuansa baru, karakter baru, atau mungkin materi yang masih sulit ditemukan di sekian banyaknya buku-buku di Indonesia. Buku ini dirancang dari hasil pemikiran dan proses praktik penulis yang memaparkan konsep, peraturan, dan pengalamannya mengenai ajudan agar dapat dipelajari secara menyeluruh yang dipenuhi dengan khazanah suasana kebatinan seorang ajudan. Penulis pun memberikan pandangan adanya “seni” yang tak terbantahkan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi seorang ajudan dan pekerjaannya.

“Geus wareg samemeh dahar

Geus hudang samemeh sare

Geus tepi samemeh leumpang.”

Kutipan tersebut jelas menunjukan bahwa keutamaan sikap seorang ajudan ialah tangkas, sigap, cepat, dan loyal. Ia harus selalu siap siaga dalam situasi apa pun. Seperti dijelaskan dalam buku, sosok ajudan harus memiliki loyalitas yang tinggi terhadap pimpinan yang menjadi amanatnya. Maka dari itu, terdapat 3 dimensi yang harus diperhatikan dalam setiap tugas pokok dan fungsinya yaitu, Dimensi Abstrak, Realitas, dan Pengalaman.

Dimensi Abstrak adalah proses perencanaan konsep, seperti memprediksi, mengantisipasi, dan memperhitungkan segala sesuatu kegiatan yang akan terjadi kedepannya. Maka perlu untuk seorang ajudan memiliki ilmu dan pemahaman, salah satunya mengenai manajemen disaster (kebencanaan) agar lebih teliti dan serius dalam memperhitungkan hal-hal yang akan terjadi sekecil apa pun.

Dimensi realita adalah tindakan yang memberikan dampak langsung kepada batiniah pimpinan, seperti membangun rasa aman dan nyaman, dengan membaca gesture pimpinan dan peka terhadap kehendak pimpinan.

Baca juga: Amorfati, Novel Mini yang Ringan untuk Dibaca layaknya Buku Diario

Dimensi pengalaman adalah pengaplikasian kemampuan yang telah didapatkan seiring berjalannya waktu. Diantaranya mempunyai visi yang jauh ke depan sehingga memiliki peluang karir yang cukup bagus karena telah memiliki sikap situasional dalam menangani peristiwa yang akan dihadapinya.

Buku ini memberikan wawasan yang luas, menyeluruh, dan terperinci mengenai “ajudan”. Dimulai dengan pembahasan sosok prajurit dalam dunia sipil dan sosok ajudan dalam dunia militer, dan sifat utama yang harus dimiliki keduanya ialah setia dan pemberani.

Kemudian buku ini akan memperkenalkan pengertian, tugas, fungsi, dan sikap dan ketentuan teknis seorang ajudan. Rincian tugas dan fungsi seorang ajudan tidak dijelaskan dari satu pimpinan saja, tetapi beragam seperti, pejabat pemerintahan dan istri/suami pejabat.

Tak luput penjelasan keprotokolan yang masih dalam ruang lingkup materi keajudanan. Beberapa kisah para ajudan dan pengalamannya saat bertugas pun mengisi buku ini. Dari pengalaman tersebut, banyak pelajaran atau hikmah yang dapat dipetik, tidak hanya dari sisi sosok ajudan melainkan kita sebagai masyarakat atau individu.

Untuk pembaca yang merasa baru dengan dunia ke-ajudan-an, tidak perlu khawatir tidak dapat memahami isi buku ini. Bahasa yang digunakan pun sederhana dan tidak berbelit-belit. Dalam beberapa bab pun disajikan ilustrasi atau gambar untuk memberikan gambaran yang jelas dan tepat atas paparan yang disediakan di teks.

Editor: Wahyu Eko S.

Judul Buku: Ajudan Setia dan Pemberani

Pengarang: Iip Hidajat

Penerbit: Bitread Publishing

Tahun Terbit: 2021