Awal Mula Berkembangnya Gerakan Literasi di Desa Warungbanten

Awal Mula Berkembangnya Gerakan Literasi di Desa Warungbanten

Bitjournal.id--masyarakat adat Kasepuhan Cibadak di Desa Warungbanten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mempunyai ajaran ”Neangan luang ti papada urang, neangan luang tina daluang, neangan luang tina kalangkang, neangan luang tina haleuang” yang jika diartikan mencari pengetahuan melalui pergaulan antar sesama kita, mencari pengetahuan dengan membaca, mencari pengetahuan dengan memahami melalui gambaran atau bayangan, mencari pengetahuan melalui tembang-tembang yang dinyanyikan.


Empat poin tersebut menjadi cikal bakal terbentuknya dan terbangun nya gerakan literasi di Desa Warungbanten. Masyarakat masih kuat dengan tradisi adat warisan nenek moyang, namun semakin ke arah sini warisan tradisi adat kian berkurang bahkan hampir hilang.


Pada 3 juli 2014, Ruhandi Kepala Desa atau Jaro Warungbanten bersama para pemuda berkumpul dan bermusyawarah dalam gagasan pembuatan TBM Kuli Maca yang di hadiri juga oleh sesepuh adat dan tokoh masyarakat. "Kuli Maca" yang berarti "Buruh Baca". Jika buruh upahnya adalah uang, akan tetapi buruh baca upahnya ialah ilmu pengetahuan dan wawasan.


Semua tokoh masyarakat dan sepuh adat menyetujui dalam proses pendirian TBM Kuli Maca dikarenakan tujuannya sama dengan tujuan para karuhun atau nenek moyang.


TBM Kuli Maca diharapkan penuh dapat berguna bagi masyarakat Kasepuhan Cibadak dan masyarakat Desa Warungbanten. Langkah pertama yang dilakukan dalam memulai gerakan literasi di Desa Warungbanten, membuat sebuah kesepakatan bersama masyarakat untuk mengumpulkan buku yang ada di rumah masing-masing lalu dikumpulkan di TBM Kuli Maca sebagai modal awal koleksi bahan bacaan. TBM Kuli Maca bukan hanya tempat membaca dan menulis namun juga sebagai wadah bagi masyarakat dan pelajar untuk berdiskusi dan berinteraksi dalam persoalan pendidikan, sosial, maupun dalam pelestarian budaya.


Meskipun sebagian besar buku yang telah terkumpul adalah buku bekas, akan tetapi bagi para relawan TBM Kuli Maca ini adalah sebuah gerakan besar dan penghargaan yang tak ternilai harganya. Memang sejak awal juga dengan di dirikannya TBM Kuli Maca ini ialah dari warga dan untuk warga. Diharapkan dengan adanya TBM Kuli Maca gerakan literasi yang bertujuan untuk menumbuh kembangkan minat baca di masyarakat Warungbanten dapat meningkaat.


Seiring berjalannya waktu, di TBM Kuli Maca pun di laksanakan kegiatan Rutin seperti Gerakan Minggu Membaca. Gerakan ini dilakukan di setiap hari minggu pagi hingga sore pada pukul 08.30 - 15.30 WIB. Dan kegiatan Gerakan Minggu Membaca juga sudah berjalan dari tahun 2014 hingga sekarang.


TBM Kuli Maca ialah sebagai tempat belajar dan berkumpul nya relawan dalam gerakan literasi untuk pertama kalinya mendapatkan tamu dari pengurus forum taman bacaan masyarakat (F-TBM) Provinsi Banten di tahun 2015, dengan begitu kesempatan terbukanya jaringan dan hubungan para pegiat literasi di TBM Kuli Maca Desa Warungbanten dapat lebih luas di berbagai wilayah Indonesia.


Media Sosial adalah sarana penting dalam sosialisasi keberadaan TBM Kuli Maca. Para relawan aktif dalam mengunggah kegiatan belajar dan gerakan literasi di TBM Kuli Maca di media sosial dan terut serta mengajak kepada warganet untuk berkunjung dan ikut belajar di TBM Kuli Maca.

Baca juga: Festival Cisadane, Bukti Keberagaman Budaya Kota Tangerang


Kearifan lokal dan enam dasar literasi

Enam Dasar Literasi sebagai pegangan utama para pegiat literasi, yaitu; Literasi Baca Tulis, Literasi Numerasi, Literasi Finansial, Literasi Sains, Literasi Digital, dan Literasi Budaya dan Kewargaan. Selain itu pegiat literasi di wajibkan menguasai beberapa kompetensi yang harus di miliki di jaman sekarang yaitu; Berfikir Kritis, Komunikatif, dan Kolaboratif. Sehingga bisa melahirkan generasi yang dapat memiliki moral dan kinerja yang berkualitas.


TBM Kuli Maca juga memiliki program TBM keliling, pada awalnya kegiatan ini hanya dilakukan sebatas gelaran buku ke tiap sekolah atau ke tempat keramaian pada waktu tertentu. Setiap kegiatan pun TBM Kuli Maca selalu di unggah du media sosial dan mendapat respon positif dari berbagai kalangan masyarakat luas mengenai kegiatan TBM Kuli Maca dan respon positif tersebut juga didapat dari beberapa komunitas, maupun lembaga donatur yang kemudian medonasikan buku untuk bertambah nya bahan bacaan yang di miliki TBM Kuli Maca.


Pembangunan desa dan Kemajuan desa di lakukan dengan upaya buku sebagai dasar utama dalam membuka jaringan dengan komunitas ataupun lembaga yang berkonsentrasi dalam pembangunan desa. Selain membangun jaringan antar pegiat literasi begitupun jaringan kerjasama di lakukan dengan beberapa instansi seperti Sekolah, Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah.


TBM Kuli Maca juga bekerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lebak dalam pembangunan perpustakaan di desa, untuk di ikut sertakam pada lomba perpustakaan desa/kelurahan tingkat Provinsi Banten pada tahun 2017 dan berhasil menjadi peringkat pertama. Dari 34 Provinsi Perpusdes Kuli Maca menjadi wakil Provinsi Banten dalam lomba Perpusdes yang di selenggarakan Perpustakaan Nasional dan berhasil masuk kedalam 5 besar. Dengan capaian prestasi yang amat sangat besar ini di harapkan terus menjadikan TBM Kuli Maca sebagai tempat yang nyaman, layak, dan konsisten dalam proses belajar di gerakan literasi.


Beberapa jalinan kerja sama dilakukan oleh TBM Kuli Maca dengan beberapa lembaga, Contoh nya ialah kerjasama pemuda desa Warungbanten dengan Yayasan Bina Desa dalam Pertanian Alami. Kampanye tentang penggunaan pupuk alami di masyarakat Warungbanten yang hampir semuanya berprofesi sebagai petani berhasil di lakukan dengan melibatkan masyarakat Desa Warungbanten sebagai pelaku utama dari kegiatan tersebut.


Dengan beberapa capaian prestasi yang telah di lakukan oleh TBM Kuli Maca tidak menutup kemungkinan untuk bisa membuat TBM Kuli Maca semakin maju kedepannya. Menurut Jaro Ruhandi, apa yang telah diraih bersama para relawan TBM Kuli Maca bukan semata-mata tujuan untuk menjadi juara, baginya itu hanyalah bonus, tugas yang utama adalah ikut serta dalam membangun Indonesia dari pinggiran lewat kerja nyata mengembangkan literasi untuk mencetak generasi yang cinta buku, gemar membaca buku dan mau berbagi ilmu pengetahuan melalui buku yang pada akhirnya membangun literasi untuk kesejahteraan masyarakat desa.


TBM Kuli Maca Desa Warungbanten terletak di kaki pegunungan Halimun-Salak dan merupakan suatu desa di wilayah selatan Banten yang jika listrik padam akses internet pun terhneti. Untuk menuju ke desa tersebut harus melintasi jalan yang terjal dan mendaki. Dari desa terpencil itulah para relawan TBM Kuli Maca bergerak membukakan jendela dunia bagi masyarakat desa melalui gerakan literasi. Merawat adat tradisi dan mengembangkan potensi budaya menuju desa yang maju. Salam Literasi.

Penulis: Faisal Hidayatullah