Bahaya Mie Instan: Kandungan BPA, Dapat Memicu Kanker Payudara

Terlalu banyak makan mie instan, berakibat buruk bagi kesehatan. Pasalnya, kandungan BPA dalam mie memicu ketidaknormalan perkembangan endometrium dan menimbulkan risiko terkena kanker payudara.

Bahaya Mie Instan: Kandungan BPA, Dapat Memicu Kanker Payudara
Mie Instan, foto: dok. freepik

Bitjournal.id—Terlalu banyak mengkonsumsi mie instan dipercaya akan berdampak buruk bagi kesehatan. Memang dari segi kemudahan, mie instan adalah makanan favorit saat waktu dan kondisi tak memungkinkan untuk memasak.

Mengonsumsi makanan cepat saji pun sudah menjadi tradisi masyarakat urban di era modern. Setidaknya ada banyak jenis makanan cepat saji, diantaranya pizza, burger, french fresh, dan fish and chips. Meski demikian, dalam kondisi mendesak mie instan tetap menjadi juara bagi masyarakat. Pasalnya, harga mie instan jauh lebih murah, jika dibandingkan dengan makanan cepat saji lainnya.

Untuk diketahui mie instan merupakan produk makanan kering yang dibuat dari tepung terigu disertai bumbu-bumbu dalam kemasan terpisah. Bahkan, berbagai merk mie instan telah beredar di masyarakat, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Jenisnya pun sudah sangat bervariasi, ada jenis mie kuah, mie rebus, mie dengan ukuran jumbo, mie yang dapat diseduh dalam gelas, serta mie dengan beraneka rasa. Yang akhir-akhir ini sedang uptrend adalah jenis mie instan dengan rasa ekstra pedas.

Fast Food, foto: dok. freepik

Bahaya mengancam

Banyak yang sepakat, bahwa mie instan kini menjadi makanan yang merakyat. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa suka dengan jenis makanan ini. Khususnya bagi mahasiswa, mie instan merupakan makanan penyelamat akhir bulan ketika persediaan uang sudah menipis.

Walau demikian, ada baiknya Anda jangan terlalu banyak mengkonsumsi mie instan secara rutin. Dalam hal ini, Dhifa Kencana dalam jurnalnya yang berjudul “Pengaruh Mie Instan Bagi Kesehatan Anak Kost” menyebutkan bawah penelitian Baylor Heart and Vascular Hospital yang dilakukan di Texas, Amerika Serikat menemukan dampak buruk dari segi kesehatan.

Pada penelitian tersebut, Dr. Shin menegaskan bahwa jika ada seseorang yang mengonsumsi mie instan 2-3 kali dalam seminggu, akan meningkatkan risiko sindrom kardiometabolik seperti jantung, stroke, dan diabetes. Nyatanya, jika melihat data penyakit berbahaya di dunia, ke-3 penyakit tersebut merupakan sebab mengapa tingginya angka kematian.

“Selain mengandung bahan pengawet, mie instan juga memiliki bahan kimia yang disebut bisphenol A (BPA) yang digunakan untuk mengemas mie dalam wadah sterofoam,” kata Dr. Shin pada Dailymail, 2014.

Tak hanya itu, kandungan kimia BPA merupakan zat aditif yang berpeluang ketidaknormalan pada perkembangan endometrium. Yang besar dampaknya adalah akan meningkatkan resiko kanker payudara.

Editor: Wahyu Eko S.