Bitcoin, Aset yang Menggiurkan Sekaligus Petaka bagi Orang Awam

Mata uang kripto (cryptocurrency), belakangan ini tengah menjadi sorotan pelaku pasar. Bagaimana tidak? Ketika beberapa instrumen investasi buntung akibat pandemi covid-19, namun mata uang ini berhasil memberikan cuan menggiurkan, sebut saja Bitcoin.

Bitcoin, Aset yang Menggiurkan Sekaligus Petaka bagi Orang Awam
Ilustrasi transaksi Bitcoin, foto: dok. Detik

Bitjournal.id--Mata uang kripto (cryptocurrency), belakangan ini tengah menjadi sorotan pelaku pasar. Bagaimana tidak? Ketika beberapa instrumen investasi buntung akibat pandemi covid-19, namun mata uang ini berhasil memberikan cuan menggiurkan, sebut saja Bitcoin.

Kerap menjadi salah satu ladang investasi yang potensial Bitcoin berhasil memberikan keuntungan bagi para investornya. Lalu Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin merupakan mata uang elektronik yang ditemukan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2009 silam, yang identitas aslinya masih belum diketahui. Seperti di lansir dari Investopedia, Bitcoin utamanya digunakan dalam transaksi di internet tanpa menggunakan perantara alias tidak menggunakan jasa bank. Bitcoin diperdagangkan melalui skema online peer to peer, semua transakasi Bitcoin terjadi secara langsung antara pelaku dalam jaringan transaksi Bitcoin, tanpa perantara untuk mengizinkan atau memfasilitasi. 

Pada tahun 2020 semakin banyak orang yang tertarik untuk mengetahui dan mendapatkan Bitcoin, karena nilai tukarnya yang dikabarkan semakin tinggi. Tren investasi Bitcoin semakin menarik perhatian karena nilai Cryptocurrency pada 17 April 2021 mampu tembus di angka 885.434.892,60 rupiah Indonesia. 

Baca juga: Begini Cara Menjadi Penulis di Babe, Sebagai Ajang Tempat Kreasi Menulismu

Bitcoin dapat digunakan untuk melakukan pembayaran dan mengirim uang dengan sangat mudah layaknya mengirim sebuah email. Transaksi menjadi lebih mudah dan cepat dengan Bitcoin, ketimbang menggunakan transfer melalui bank bahkan antar negara sekalipun. Selain itu biaya pengiriman menggunakan Bitcoin dapat dihilangkan bahkan gratis. 

Mudahnya melakukan transaksi dan besarnya potensi pertumbuhan nilai Bitcoin menjadi alasan mengapa banyak investor yang membeli dan menahan uang digital tersebut. Namun terlepas dari peluang dan keuntungan yang di tawarkan, Bitcoin juga memiliki sejumlah resiko yang perlu diketahui, seperti:

1. Fluktuasi yang tinggi 

Resiko paling besar dari Bitcoin yaitu fluktuasi yang tinggi, jadi harganya bisa naik dengan tajam tapi kemungkinan turun dengan tajam juga ada.

2. Tidak memiliki legalitas dan bank central

Perbedaan yang mencolok antara Bitcoin dengan uang kartal adalah tidak adanya legalitas. Sejumlah negara di dunia bahkan belum melegalkan Bitcoin untuk digunakan sebagai alat pembayaran yang sah, termasuk di Indonesia.

3. Rentan peretasan

Selain menawarkan kemudahan bertransaksi dengan teknologi, Bitcoin juga dikhawatirkan rawan terhadap peretasan atau hacker. Jika penggunanya mengalami peretasan, maka tidak bisa membuat laporan kepada otoritas terkait karena Bitcoin tidak di bawah pengawasan bank central. 

Editor: Wahyu Eko S.