Daulat Ketahanan Pangan: Tren Peningkatan Produksi Ikan Terus Meningkat

Produksi perikanan di Indonesia mengalami peningkatan sejak tahun 2005, terutama setelah diberlakukannya pemberantasan IUU Ilegal. Hal tersebut menjadikan wilayah perairan sebagai poros pembangunan nasional.

Daulat Ketahanan Pangan: Tren Peningkatan Produksi Ikan Terus Meningkat
Ilustrasi hasil perikanan. Foto: dok.nusabali

Bitjournal.id—Sudah sering disebutkan diberbagai riset dan buku pelajaran, bahwa Indonesia merupakan wilayah yang khas dengan perairannya. Bahkan lagu “nenek moyangku seorang pelaut” pun kian akrab oleh anak-anak, lantaran lirik dan nadanya sangat mudah diingat.

Isi lagu tersebut pun menyiratkan, Indonesia merupakan negara kepulauan. Sehingga banyak masyarakat sampai sekarang mayoritas di wilayah pesisir bermatapencarian sebagai nelayan. Kepulauan Indonesia pun begitu kaya akan sumber daya alamnya. Baik di daratan maupun di perairan.

Kekayaan daratan meliputi pertambangan minyak, batu bara, perkebunan kelapa sawit dan karet, serta masih banyak lagi. Lantas bagaimana hasil kekayaan perairannya?

Dari Sabang sampai Merauke wilayah Indonesia terbentang luas memiliki wilayah laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil yang luas serta strategis. Kekayaan perairan yang melimpah menjadi salah satu pilar pembangunan nasional.

Presiden Joko Widodo menyebutkan dalam konsep Nawacitanya yaitu memperkuat Indonesia pada poros maritim. Pembangunan infrastruktur terus dilakukan untuk menuju pembangunan yang merata. Hal itu dilakukan untuk menuju pembangunan yang merata melalui konektivitas antar pulau yang mudah.

Tujuan dari kebijakan itu adalah untuk mendistribusikan hasil perairan laut di pulau-pulau kecil. Agar mampu tersalurkan dengan baik menuju wilayah perkotaan. Namun, kegiatan para nelayan tak selalu mulus.

Hambatan bagi nelayan yakni ikan yang dijual harus dalam keadaan segar. Hal ini bukan hal mudah, mengingat akses menuju perkotaan begitu sulit. Hal yang terjadi adalah hasil ikan yang didapat hanya beredar di wilayahnya sendiri, dan harga jual pun terbilang rendah.

Pemberantasan IUU (Illegal, Unreported, Unregulated) Fishing yang memberi dampak positif. Pada tahun 2018 produksi ikan Indonesia terus mengalami peningkatan hingga mampu mengalahkan negara Asia lain seperti Cina, Malaysia, dan Vietnam.

Data produksi ikan. Foto: dok.BPS

Data produksi ikan. Foto: dok.BPS

Selama Susi Pudjiastuti menjabat, ia mampu melakukan ekspor sebesar 8,9 ribu ton hasil perikanan di 5 pelabuhan besar. Pelabuhan itu yakni Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Emas Semarang, Belawan Medan, dan Soekarna Hatta Makassar.

Tak hanya itu, berdasar Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa produksi perikanan yang dijual di TPI cenderung mengalami peningkatan. Misalnya, pada tahun 2004-2017 produksi perikanan yang dijual di TPI cenderung mengalami peningkatan.

Lalu produksi ikan periode 2017-2018 mengalami pertumbuhan sebesar 4,19%. Produksi paling tinggi terjadi pada tahun 2010 yaitu sebesar 730.286 ton dan data ter-update terakhir pada tahun 2019 sebesar 816 945,30 ton.

Editor: Wahyu Eko S.