Dongeng Tak Selalu Berdampak Buruk : Begini Tips Memilih Dongeng yang Tepat untuk Anak

Dongeng tidak hanya menyajikan sekadar cerita rekaan belaka. Karakter anak dapat terbentuk melalui rutinitas pemberian dongeng. Hanya saja, pemilihan dongeng yang tepat harus benar-benar menjadi perhatian agar pesan moral dapat tersampaikan dengan tepat.

Dongeng Tak Selalu Berdampak Buruk : Begini Tips Memilih Dongeng yang Tepat untuk Anak
Pemilihan dongeng untuk anak. Foto: dok. Pexels

Bitjournal.id--Membentuk karakter anak dapat dimulai sedini mungkin. Yakni sejak usia 6 bulan atau dapat dimulai lebih dini agar penanaman karakter anak dapat mudah diterapkan. Dengan cara membacakan dongeng sebelum tidur. Manfaatnya selain membentuk karakter anak, membacakan dongeng sebelum tidur juga dapat menenangkan anak ketika terlelap.

Cerita yang dibacakan secara berkelanjutan akan membawa dampak signifikan bagi perubahan karakter anak. Terkebih jika dilihat dari pesannya yang dibawa oleh setiap tokoh dongen mengandung nilai kehidupan. Bahkan tidak sedikit dongeng yang menyelipkan nilai moralnya melalui karakter yang ada. Saat ini, mendongeng tidak melulu sebagai pengantar tidur saja. Kegiatan membacakan dongeng untuk anak dapat dilakukan di mana saja dan tentu dengan cara yang menyenangkan.

Sebagai contoh, membacakan dongeng dapat dilakukan di mobil ketika bepergian dengan durasi waktu yang lama. Hal ini memiliki manfaat selain untuk menghilangkan rasa bosan anak, juga dapat mempererat kedekatan dengan anak.

Baca juga: Tips Cerdas Menggunakan Kartu Kredit untuk Pelajar

Pemilihan dongeng untuk anak harus dilakukan dengan selektif. Hal ini untuk mencegah pengaruh nilai buruk yang ada. Setiap bahan bacaan tidak selalu menghadirkan cerita yang positif, termasuk isi cerita pada dongeng. Hal ini sebelumnya penulis sudah tekankan dalam artikel yang berjudul Pengaruh Buruk Dongeng terhadap Perkembangan Karakter Anak

Dongeng yang sarat akan pesan moral dapat menjadi buruk jika diberikan secara sembarangan. Untuk itu, dalam penentuan standar cerita dongeng tentu harus disesuaikan dengan usia anak. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap daya tangkap anak terhadap isi dari cerita. Maka untuk menyikapi masalah tersebut penulis akan memberi sedikit tips memilih dongeng yang tepat untuk anak.

 Memilih dongeng anak. Foto: dok. Pexels

Memilih dongeng anak. Foto: dok. Pexels

  1. Pemilihan dongeng harus disesuaikan dengan usia anak

Untuk anak berusia 0-2 tahun, perkenalkan dengan dongeng dengan gaya bercerita yang lebih banyak menampilkan bunyi dari hewan tersebut. Misalkan menyebut tokoh dongeng adalah domba, maka berikan pula contoh bagaimana suara domba itu. Hal ini dilakukan agar imajinasi anak dapat berkembang dengan baik.

Usia 2-4 tahun, pada usia ini anak sudah mulai tertarik untuk mengikuti kebiasaan orang tua. Maka sesuaikan dongeng anak dengan memilih karakter yang menarik, serta dapat disesuaikan dengan aktivitas anak. Saat anak mencapai 4 tahun, anak dapat membedakan yakni fantasi dan kehidupan nyata, sehingga sesuaikan kembali dongeng untuk anak.

Usia 4-7 tahun, pilihlah dongeng cerita fiksi dengan jalan cerita yang lebih kompleks. Dengan cara ini dapat melatih anak untuk semakin terdorong untuk mencari tahu akan minatnya.

  1. Memilih buku dengan ilustrasi yang menarik

Memilih dongeng yang tepat untuk anak, harus pula memperhatikan ilustrasi yang ada pada buku. Anda harus selektif dalam memilih buku ilustrasi bergambar. Hindari buku dengan ilustrasi yang mengarah pada pornografi, atau kekerasan.

  1. Melakukan improvisasi

Sebisa mungkin carilah dongeng yang tidak memiliki bacaan terlalu banyak. Untuk anak-anak, terlebih bagi mereka yang berusia kurang dari 2 tahun akan lebih tertarik jika melihat banyaknya ilustrasi.

Selain itu, Anda juga dapat melakukan improvisasi ketika anak mulai bosan. Cobalah untuk menggunakan nama anak agar anak merasa semakin dekat dengan cerita. Dengan begitu anak akan dengan mudah mengingat cerita yang Anda bacakan.

Editor: Wahyu Eko S.