Festival Cisadane, Bukti Keberagaman Budaya Kota Tangerang

Festival Cisadane, Bukti Keberagaman Budaya Kota Tangerang
Festival Cisadane, foto dok: TanggerangCorner

Bitjournal.id--Festival Cisadane merupakan festival budaya tahunan Pemerintah Kota Tangerang yang sudah ada sejak 1995 (Direktori Pariwisata Indonesia). Diselenggarakan di bantaran Sungai Cisadane, tepatnya di Jalan Benteng Jaya, Kota Tangerang.

Festival ini diadakan sebagai wujud keberagaman budaya dan merupakan bentuk akulturasi budaya dan menjadi acara tahunan kebanggaan Kota Tangerang.

Pagelaran budaya sudah diperlihatkan sejak pembukaan Festival Cisadane yang ditampilkan melalui tari-tarian daerah seperti Tari Lenggang Nyai, Tari Lenggang Cisadane, dan Tari Kolosal Sangego.

Tari Lenggang Nyai misalnya yang mengutarakan keindahan dan kelincahan wanita Betawi. Tarian Lenggang Cisadane yang gerakannya terinspirasi dari gabungan beberapa kultur yang berada di Kota Tangerang seperti Cina, Betawi, Melayu, Arab dan Sunda. Tarian Kolosal Sangego yang gerakannya menceritakan aliran Cisadane dan Sejarah Pintu Air 10 Kota Tangerang.

Baca juga: Kuatkan Literasi Prokes 3 M, demi Atasi Bencana Pandemi Covid-19

Berbagai perlombaan pun diselenggarakan pada acara ini. Lomba perahu naga merupakan yang paling ikonik di Festival Cisadane. Festival Cisadane kental dengan adat Tionghoa yang memang sudah menetap sejak tahun 1700 di bantaran Sungai Cisadane.

Sejarah mencatat, munculnya Festival Cisadane diawali dari peringatan hari raya Peh Cun oleh masyarakat Tionghoa yang bermukim di sekitar Sungai Cisadane. Lomba Perahu Naga berasal dari kata Peh Cun Liong yang artinya mendayung perahu naga.

Selain tari-tarian dan lomba Perahu Naga ada pula pertunjukan lainnya seperti Pencak Silat, Debus, Gambang Kromong, Barongsai, Lenong Betawi, fashion art karnival, dan kuliner-kuliner khas Kota Tangerang. Kuliner-kuliner khas Kota Tangerang juga menjadi salah satu daya tarik Festival Cisadane. Mulai dari kerak telor, es selendang mayang, laksa, kue apem, bir pletok, dsb.

Keindahan Sungai Cisadane pun turut menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Selain itu, ada juga Jembatan Kaca yang berada di tengah-tengah sungai. Menikmati sepiring Laksa di Bantaran Sungai Cisadane bisa menemani kita menikmati meriahnya Festival Cisadane.

Festival Cisadane menjadi salah satu atraksi wisata budaya yang masuk ke dalam jajaran “Banten 7 Wonders”. Tak heran, setiap tahunnya Festival Cisadane tidak pernah sepi pengunjung. Masyarakat selalu antusias menikmati meriahnya Festiaval Cisadane. 

Penulis: Efelin Angelina