Gubernur Jateng Mengimbau #JatengDiRumahSaja Guna Memutus Rantai Covid-19

Pada tanggal 6-7 Februari 2021 Ganjar Pranowo selaku Gubernur Jawa Tengah menghimbau masyarakat untuk turut serta dalam gerakan #JatengDiRumahSaja.

Gubernur Jateng Mengimbau #JatengDiRumahSaja Guna Memutus Rantai Covid-19
Gubernur Jawa Tengah: Gajar Pranowo, foto: dok.https://jatengprov.go.id

Bitjournal.id—Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghimbau masyarakat Jateng untuk tetap berada di rumah melalui gerakan #JatengDiRumahSaja pada tanggal 6-7 Februari 2021. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan upaya pemutusan rantai Covid-19 yang setiap harinya terus bertambah.

Pelaksana kebijakan ini ialah seluruh komponen masyarakat, kecuali unsur yang terkait dengan sektor esensial seperti kesehatan, kebencanaan, keamanan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, logistik dan kebutuhan pokok masyarakat, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional.

Berbagai kegiatan yang ditutup selama berlakunya gerakan ini yaitu Car Free Day, penutupan jalan, penutupan toko/mall, penutupan pasar, penutupan tempat wisata dan pusat rekreasi, pembatasan hajatan dan pernikahan (tanpa mengurangi tamu), serta kegiatan lain yang memunculkan potensi kerumunan (seperti Pendidikan, event, dll).

Pati Tiadakan Car Free Day, foto: dok.https://jatengprov.go.id

Untuk itu, akan dilakukan operasi secara serentak penegakan protokol kesehatan Covid-19 di Jawa Tengah. Operasi tersebut terbagi menjadi dua, yaitu:

  1. Operasi Yustisi, dengan melibatkan Satpol PP, Polri/TNI dan instansi terkait di wilayah masing-masing
  2. Mendorong peran aktif Camat dan Kepala Desa/Kelurahan dalam operasi serentak serta operasional Jogo Tonggo. Tujuannya yaitu untuk mendukung fungsi Puskesmas dalam pelaksanaan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) dan promosi kesehatan.

Agar gerakan ini berjalan dengan efektif, maka pemerintah terkait diharapkan dapat bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, instansi vertikal, asosiasi usaha, BUMN/BUMD, dan lainnya untuk melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat setempat.

Tidak ada paksaan dalam pelaksanaan gerakan #JatengDiRumahSaja, dan bagi pelanggar kebijakan, tidak akan mendapatkan sanksi dan denda. Ganjar berharap masyarakat dapat memiliki empati dan memiliki kesadaran untuk ikut berpartisipasi dengan sukarela. Selain itu, dengan adanya gerakan ini sebagai bentuk penghormatan dan hening cipta kepada para pahlawan Covid-19 yang telah meninggal dunia.

Kemudian guna mendorong penurunan tingkat kematian akibat Covid-19, Ganjar menginstruksikan untuk melakukan percepatan penambahan ketersediaan Tempat Tidur (TT) Isolasi dan TT ICU baik di rumah sakit milik pemerintah maupun swasta.

Proporsi aman yang dihimbau yaitu TT Isolasi minimal 30% dari ketersediaan TT dan ketersediaan TT ICU minimal 15 TT. Selain itu, Ganjar juga menghimbau percepatan pelaksanaan vaksinasi di wilayah masing-masing sesuai sasaran, target dan harapan, dengan tetap menjaga dan meningkatkan kinerja pencapaian vaksinasi yang telah dicapai.


Editor: Wahyu Eko S.