Kemendikbud Kembali Memberikan Bantuan Kuota Pendidikan Tahun 2021

Meskipun vaksinasi sudah gencar dilakukan, namun kegiatan belajar mengajar masih belum memungkinkan untuk dilakukan secara langsung. Oleh sebab itu, Kemendikbud kembali memberikan bantuan kuota agar proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik meskipun dilakukan secara virtual.

Kemendikbud Kembali Memberikan Bantuan Kuota Pendidikan Tahun 2021
Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2021, foto: dok. Kemendikbud

Bitjournal.id--Adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan pembelajaran harus dilakukan secara online. Kini sudah satu tahun ini kegiatan belajar dilakukan secara online. Meskipun vaksinasi sudah mulai dilakukan, namun untuk kegiatan belajar mengajar secara langsung masih belum memungkinkan. Kita ketahui bersama bahwa selain ketersediaan jaringan internet dan gawai, kuota data merupakan kebutuhan utama baik untuk pelajar maupun pengajar dalam melaksanakan pembelajaran daring.

Oleh sebab itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia mengeluarkan perpanjangan kebijakan untuk memberikan subsidi bantuan kuota belajar. Baik itu dari jenjang SD, PAUD, SMA, maupun SMP, hingga perguruan tinggi. Lebih dari itu, tenaga pengajar pun turut menikmati perpanjangan bantuan ini, seperti dosen, guru, dan staf pengajar lainnya.

Baca juga: Apakah Kamu Termasuk Korban Ghosting? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dalam hal ini besar bantuan subsidi kuota, rinciannya berdasarkan tingkat pendidikan. Yakni untuk SD-SMA akan mendapat bantuan 10 GB per bulan, PAUD 7 GB per bulan, staf pendidik PAUD-SMA 12 GB per bulan, terakhir untuk mahasiswa mendapat 15 GB per bulan.

Untuk diketahui di perpanjangan kebijakan kali ini, pemerintah mengubah skema fungsi bantuan kuota tersebut. Sebelumnya, subsidi kuota yang diberikan porsi lebih besar hanya untuk mengakses situs platform belajar seperti Edmodo, Ruang Guru, dll. Namun kali ini, pemerintah menyesuaikannya kembali dengan memberikan akses lebih luas untuk membuka referensi materi belajar. Artinya, pelajar maupun staf pengajar akan lebih dimudahkan dalam mencari referensi ketika melakukan kegiatan belajar.

Pembelajaran secara Virtual, foto: dok. freepik

Yang perlu dicatat adalah meskipun pemerintah telah membuka semua akses. Pemerintah sudah memblok semua situs media sosial untuk mencegah penyalahgunaan dari bantuan subsidi kuota tersebut.

Untuk teman-teman yang mengalami perubahan nomor handphone atau merasa tak pernah sama sekali mendapat bantuan subsidi kuota ini. Bisa langsung menghubungi pihak sekolah ataupun di universitas masing-masing.

Apabila bantuan yang diberikan kurang, maka sekolah diperbolehkan memakai anggaran BOS. Namun Nadiem menghimbau, penggunaan dana BOS harus diprioritaskan saat proses pembelajaran offline di mana membutuhkan dana yang tidak sedikit. Persiapan tersebut meliputi ketersediaan fasilitas guna mendukung protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker, serta area jaga jarak minimal 2 meter.

Besar harapan kita semua, agar pandemi ini segera berakhir sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara offline seperti sedia kala. Dilansir melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jokowi memberikan prioritas kepada tenaga pendidik dan kependidikan untuk mendapatkan vaksin, sehingga diharapkan bulan Juli sekolah Kembali dibuka dan kegiatan belajar dapat dilaksanakan secara luring.

Editor: Wahyu Eko S.