Membangun Perusahaan Startup

Kiat-kiat membangun perusahaan startup

Membangun Perusahaan Startup

Satu hal yang tidak pernah hilang dari dunia ini adalah perubahan itu sendiri. Ya, perubahan adalah satu kata yang terkadang membuat seseorang menjadi kebingungan untuk menghadapinya. Terlebih lagi jika penerima perubahan sedang dalam kondisi yang tidak stabil, bisa-bisa perubahan tersebut menjadikannya collapse.
 
Salah satu perubahan yang terjadi sangat cepat adalah pada era modern saat ini. Sistem dunia digital yang menguasai seolah mengajak kita untuk segera beradaptasi dengan teknologi-teknologi yang ada. Bukan hanya sebagai sarana komunikasi, tapi sebagai sarana bisnis.
 
Kini, pengusaha dituntut untuk lebih berinovasi lagi dalam membangun produk mereka. Ditambah lagi pasar bebas sudah mulai masuk ke Indonesia lewat marketplace yang ada. Hal ini tentu membuat pengusaha Indonesia terpacu untuk lebih kompetitif dan berkembang lagi. Pilihannya hanya ada dua: ikut terus berinovasi atau mati.
 
Inovasi-inovasi akan menghasilkan sebuah produk baru yang dapat ditawarkan ke pasar. Produk-produk baru yang dapat menyelesaikan permasalahan sosial tentu sangat diharapkan masyarakat luas. Perusahaan yang dapat menghasilkan produk seperti ini, secara istilah sekarang dinamakan perusahaan startup.
 

Apa itu perusahaan startup? 
 
Dalam startups.com, menurut Eric Ries, “A startup is a human intitution designed to create a new product or service under conditions of extreme uncertainty.
 
Jadi, perusahaan startup adalah perusahaan yang didesain untuk menciptakan produk atau jasa baru dengan tingkat ketidakpastian yang tinggi. Maksudnya adalah perusahaan startup menawarkan sebuah produk atau jasa yang fresh kepada konsumen. Tentunya sesuatu yang baru hanya akan menimbulkan dua reaksi: diterima atau ditolak. Hal ini yang kadang tidak dapat terprediksi oleh pemilik startup itu sendiri.
 
Namun, bukanlah hal yang tidak mungkin untuk produk atau jasa yang dikeluarkan perusahaan startup diterima dengan baik oleh masyarakat. Ada beberapa perusahaan startup yang sangat sukses di masyarakat. Di antaranya adalah Gojek dan Traveloka.
 
Gojek merupakan perusahaan startup yang sudah sangat tidak asing lagi di telinga masyarakat. Penggunanya bahkan ada hampir di seluruh Indonesia. Jika kita flashback ke beberapa tahun belakang, saat awal Gojek ini berdiri, maka kita mengingat bahwa Gojek hanya merupakan aplikasi penyedia ojek online. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman dan melihat kebutuhan masyarakat, Gojek berinovasi. Kini, ketika kita membuka aplikasi Gojek, maka akan ditemui beberapa jasa lainnya seperti Gocar, Gopay, Gofood, Goclean, Gomassage, dan berbagai jasa lainnya.
 
Perusahaan startup lainnya yang cukup sukses adalah Traveloka. Penulis masih ingat betul, pertama kalinya aplikasi ini muncul hanya memberikan layanan pemesanan hotel. Namun, seiring waktu berjalan, Traveloka mulai menambahkan jasa menjadi layanan pemesanan tiket kereta, pemesanan tiket pesawat, dan lain sebagainya.
 
Dari dua perusahaan startup yang sudah lebih dulu meniti tangga untuk mendobrak pasar, dapat kita pelajari bagaimana mereka membangun perusahaan startup. Tentunya kesuksesan mereka bukanlah satu hal yang dicapai dalam waktu satu bulan atau dua bulan. Bertahun-tahun perusahaan tersebut membangun pasar, meningkatkan inovasi, dan melakukan pembaruan dalam produk atau jasa mereka.
 

Bagaimana persiapan membangun perusahaan startup?
Dalam buku 99 Vitamin Nutrisi di Era Disruptif karya Dwi Indra Purnomo, penulis dapat menarik beberapa poin yang diperlukan seseorang untuk membuat perusahaan startup, di antaranya:

1. Berpikir kritis
Pertama kali membangun perusahaan startupfounder ditantang untuk berpikir kritis mengenai masalah sosial yang dihadapi. Melakukan riset untuk melihat masalah dan kebutuhan masyarakat akan memberikan banyak inspirasi untuk bisa membuat produk atau jasa yang langsung terasa manfaatnya bagi masyarakat.

Dengan berpikir kritis, kita bisa melihat sebuah peluang yang terkadang dilewatkan orang lain dari sebuah permasalahan sosial.
 

2. Ekosistem yang mendukung
Setelah kita menemukan masalah sekaligus solusi berupa produk atau jasa yang akan dibuat oleh perusahaan startup kita, maka dibutuhkan sebuah tim yang kuat dan solid. Tim yang solid tidak ditemukan secara kebetulan. Namun, dibangun dengan visi, misi, dan cita-cita yang sama.

Kesepakatan nilai-nilai antarpendirinya dan proses menumbuhkannya adalah fundamen penting, saling percaya sebagai proses pembelajaran.” (Indra Dwi Purnomo)
Ketika tim sudah solid membuat ekosistem usaha juga mendukung, maka bukan tidak mungkin perusahaan startup yang kita dirikan bisa terus berkembang.
 

3. Produk atau jasa
Nilai jual dari produk atau jasa sebuah perusahaan startup bisa dilihat dari  kebermanfaatan atau value di masyarakat.

Dalam buku yang sama, Dwi Indra Purnomo mengingatkan, “bagi teman-teman yang melakukan bisnis pada latar belakang apa pun adalah hal penting agar kita mampu membangkitkan value di hati pelanggan. Dengan begitu, akhirnya waktu dan tenaga yang kita rancang menjadi bermanfaat, tidak terbuang percuma hanya untuk memuaskan asumsi perancangnya.”
 

4. Inovasi tiada henti
Dalam website startups.com, “To me a startup is any company that has a goal to grow and scale, usually quickly and usually using technology to do so.” Ian Wright, Founder of Merchant Machine.

Dalam pengertian perusahaan startup menurut Ian Wright, bahwa perusahaan startup adalah perusahaan yang memiliki tujuan untuk tumbuh dan berkembang, biasanya dilakukan dengan cepat dan menggunakan teknologi untuk melakukannya. Untuk itu, perusahaan startup harus terus berproses.

Semua permasalahan yang terjadi di lapangan saat menjual produk atau jasa menjadi sebuah pembelajaran dan evaluasi perusahaan startup. Harapannya, perusahaan startup mampu menyelesaikan dan menghasilkan inovasi-inovasi baru lainnya yang menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat.
 

5. Legalitas hukum
Proses selanjutnya adalah legalitas hukum perusahaan startup. Hal ini dibutuhkan untuk memberikan keleluasaan bagi perusahaan terus berjalan dan berkembang sesuai dengan aturan yang berlaku. Beberapa izin harus dikantongi bagi perusahaan startup seperti halnya ketika membangun perusahaan-perusahaan pada umumnya.
 
Terakhir, penulis lagi-lagi ingin mengambil sebuah kutipan dari buku 99 Vitamin Nutrisi di Era Disruptif karya Dwi Indra Purnomo, “Berproses itu artinya menguraikan energinya, menyusun rencana dan tahapannya, membuat rincian hambatan agar menjadi tantangan yang akan dicari solusinya, membagi kerja sesuai ketersediaan sumber daya dan menguraikannya menjadi tahapan waktu. Hal ini penting agar setiap saat kita mengerjakan satu per satu sampai tuntas, hingga tidak terasa pada satu waktu nanti usaha kita akan semakin baik.
 
Sebagai generasi muda milenial yang sedang membangun perusahaan startup, maka proses yang dilakukan adalah nilai tambah dalam perkembangan sebuah bisnis. Tidak ada yang dapat menentukan lama atau cepatnya sebuah perusahaan startup berproses hingga menjadi berhasil dan sukses diterima masyarakat. Namun, ketika menjalani semua proses itu, kita akan menemukan ilmu baru, melahirkan sebuah ide, dan  gagasan-gagasan yang membuat perusahaan startup terus berinovasi, tumbuh, dan berkembang.[]