Mengenal Chip KTP Elektronik untuk Menghindari Informasi Hoax

Chip pada KTP Elektronik tidak digunakan sebagai alat pelacak, melainkan hanya sebagai penyimpanan data pengguna.

Mengenal Chip KTP Elektronik untuk Menghindari Informasi Hoax
KTP Elektronik. Foto: dok.dispenduk

Bitjournal.id—Media sosial Tik Tok kembali ramai diperbincangkan, unggahan video seorang wanita yang membongkar chip pada KTP elektronik mendadak menjadi viral.

Menanggapi video itu, Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengingatkan, agar pemilik KTP elektronik jangan membongkar chip pada KTP-nya, meski sudah tak berlaku. Zudan menjelaskan, chip pada KTP elektronik menyimpan data pribadi, termasuk foto dan sidik jari.

Chip itu juga sebagai salah satu upaya mencegah penyalahgunaan dan pemalsuan. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar tidak mencopot chip yang ada di KTP-el.

Apa itu chip KTP elektronik?

Dilansir dari laman resmi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), chip KTP elektronik adalah kartu pintar berbasis mikroprosessor dengan besaran memori 8 kilo bytes. Selain itu, memiliki antar muka nirkontak (contactless) dan memiliki metode pengamanan data berupa autentikasi antara chip dan reader/writer (anti-cloning), dan kerahasiaan data (enkripsi) serta tanda tangan digital.

Antar muka chip KTP elektronik memenuhi standar ISO 14443 A atau ISO 14443 B. Chip itu menyimpan biodata, tanda tangan, pas photo, dan 2 data sidik jari dengan kualitas terbaik saat dilakukan perekaman. Secara default-nya sidik telunjuk tangan kanan dan sidik jari telunjuk tangan kiri.

Hoax. Foto: dok.pixabay

Hoax. Foto: dok.pixabay

Chip dapat dibaca oleh perangkat pembaca kartu (card reader) dengan standar tertentu. Pemanfaatan kartu pintar alias smart card untuk e-KTP dengan chip juga didukung oleh pemanfaatan teknologi biometric.

Seperti yang dijelaskan, chip memuat informasi data biodata, foto, tanda tangan dan 2 sidik jari telunjuk kanan dan kiri serta metode pengamanan yang tinggi. Teknologi biometric mampu mengidentifikasi ketunggalan identitas penduduk dari hasil perekaman data penduduk wajib KTP elektronik.

Dapatkah chip KTP Elektronik melacak lokasi pengguna?

Zudan menegaskan, bahwa informasi terkait keberadaan chip pada KTP elektronik tidak dipasang perangkat untuk pelacakan. Sedangkan Kepala Dispendukcapil Kota Yogyakarta Lucy Irawati mendukung bahwa Chip yang berada di KTP elektronik tidak dapat dilihat langsung oleh mata dan hanya dapat dilihat dengan bantuan alat khusus.

Data-data yang ada dalam chip KTP-el dipastikan terenkripsi atau terkunci, dan tidak sembarangan dapat dibaca dan bukan untuk melacak keberadaan seseorang.

Berdasarkan beredarnya kabar viral terkait chip KTP-el tersebut masyarakat harus memastikan terlebih dulu kebenaran suatu informasi. Terkait unggahan Tik Tok yang telah ramai hanyalah untuk kepentingan membuat konten semata. Keberadaan chip pada KTP Elektronik hanya berfungsi sebagai penyimpan data kependudukan saja.

Editor: Wahyu Eko S.