Mengenal Sosok Burhan, si Pahlawan Rumah Baca Tanggerang Selatan

Mengenal Sosok Burhan, si Pahlawan Rumah Baca Tanggerang Selatan
Ilustrasi kondisi rumah baca Burhan, foto: dok. Tribun

Bitjournal.id--“Sang Pahlawan rumah baca”, itulah titel yang pantas disandang oleh Burhan, seorang guru MTS yang mewakafkan garasi rumahnya untuk dibuat menjadi rumah baca. Keprihatinannya kepada anak-anak dengan latar belakang keluarga tidak mampu, membuat Burhan tergerak untuk membantu mereka melalui pendidikan dan literasi.

Burhan merupakan seorang guru di MTS Saadatul Mahabbah, yang lokasinya hanya berjarak lima langkah dari rumahnya. Kelurahan Pondok Cabe Tangerang Selatan tempat Burhan menetap memang merupakan perkampungan padat penduduk dan tertinggal yang ada di pinggiran kota. Tidak heran, jika bangunan satu dan lainnya saling berdekatan, termasuk sekolah dan rumah warga.

Mayoritas penduduk di Pondok Cabe merupakan seorang pekerja pabrik dan buruh. Pergi pagi, pulang sore, malam kelelahan, dengan hasil yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, membuat para orang tua tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mendidik anak-anak mereka.

Kurangnya didikan para orang tua untuk anak-anak yang ada di sekolah tempat Burhan mengajar, amat terlihat terutama dari sikap dan perilaku yang kurang baik selama berada di sekolah. Tidak dipungkiri bahwa guru pertama bagi anak-anak adalah para orang tuanya. Tetapi dengan kondisi tersebut, mengharuskan adanya suatu tempat pembelajaran yang cocok, disamping sekolah yang hanya mengajarkan tentang materi pelajaran.

Baca juga: Awal Mula Berkembangnya Gerakan Literasi di Desa Warungbanten

Keprihatinan tersebut membuat seorang guru MTS itu tergerak untuk mewakafkan garasi rumahnya menjadi sebuah rumah baca. Bekerjasama dengan yayasan kemanusiaan IQR, Burhan menyulap garasi menjadi perpustakaan berbagai buku anak-anak. Bersama dengan para relawan IQR, Burhan dengan sigap menyediakan fasilitas dan kebutuhan untuk kegiatan di rumah baca.

Berbagai kegiatan pengembangan diri seperti kelas komputer, kesenian marawis, kelas berbagai bahasa serta acara seperti seminar membangun kepercayaan diri dan festival, literasi, membuat minat anak-anak dalam belajar dan berliterasi menjadi lebih tinggi. Hal ini terbukti dengan antusias dan semangat anak-anak yang tinggi ketika berbagai kegiatan tersebut berlangsung.

Dengan sosoknya yang humoris, membuat Burhan sangat disukai oleh para relawan dan juga anak-anak. Tidak heran, gurauan dan cerita-cerita lucu yang ia sampaikan kepada para relawan dan keramahanya kepada anak-anak membuat hubungan mereka amat erat layaknya seorang anak dan ayah.

Tidak hanya itu, sikap yang baik hati sering kali membuat sosok Burhan disayangi oleh para relawan dan anak-anak di Rumah baca. Tidak jarang, Burhan mengeluarkan semua makanannya untuk para relawan dan mengeluarkan semua alat dan kebutuhan pembelajaran anak-anak yang ia miliki tanpa berpikir panjang. Sosok inilah yang menjadikan Burhan mendapatkan gelar sang pahlawan rumah baca.

Penulis: Ida Ruspita