Menghidupkan Produk dengan Buku Rayuan Maut Retorika Visual

Terkadang, produk bagus yang dibalut dengan kemasan yang kusut, akan menimbulkan kesan "semrawut" dan produk yang berkualitas baik tapi tanpa identitas yang "khas", maka akan menjadi bias.

Menghidupkan Produk dengan Buku Rayuan Maut Retorika Visual
Cover depan Rayuan Maut Retorika Visual, foto: dok. Bitread

Bitjournal.id—Di era milenial seperti sekarang ini, para perusahaan atau instansi berlomba-lomba menunjukan visual terbaik demi meningkatkan minat konsumennya. Entah dalam iklan, penggunaan logo, hingga packaging yang akan digunakan.

Tidak terbantahkan bahwa visual memiliki pengaruh besar pada urusan marketing. Apalagi, saat ini orang-orang khususnya remaja memiliki kebiasaan memotret apa pun. Produk dengan visual yang menarik tentu akan menarik minat remaja-remaja tersebut untuk memotret, kemudian mengunggahnya di sosial media.

Atau sebut saja cewek-cewek yang seringkali membeli barang hanya karena “Ih, kemasannya lucu bangeeet. Beli ah!”. Tidak jarang produk “lucu” yang dibelinya tersebut berujung hanya disimpan sebagai pajangan alias tidak perlu-perlu amat untuk dibeli.

Baca juga: Ajudan Setia dan Pemberani

Selain itu, visual dapat mengubah paradigma masyarakat. Bagaimana iklan rokok dapat memberi kesan “lelaki jantan” karena visual yang ditampilkan. Dalam iklannya menampilkan laki-laki berperawakan besar dengan kumis dan brewoknya, menggunakan mobil Jeep menelusuri hutan-hutan belantara, dilengkapi pula dengan pakaian yang “laki banget”. Persepsi lelaki perokok adalah pria yang jantan pun menjadi paradigma baru dalam masyarakat.

Begitulah besarnya pengaruh retorika visual. Visual sebuah produk harus mampu menyampaikan “pesan” yang dapat “merayu” para calon konsumen agar menjadi konsumen. Buku Rayuan Maut Retorika Visual yang ditulis oleh M. Syahril Iskandar mampu membantu bagaimana cara mengolah visual yang sedari tadi dimaksud. Buku ini diramu dengan pendekatan yang pas. Penulis juga mampu memberikan paparan mengenai target sasaran yang akan dicapai dengan tujuan komunikasi visualnya tersampaikan.

Buku ini bersifat sangat serius dan penuh manfaat, tetapi penulis dapat memaparkannya dengan bahasa yang sangat ringan dan juga asyik. Di dalamnya juga terdapat beberapa ilustrasi-ilustrasi yang digunakan sehingga semakin enak dibaca oleh para pembaca.

Terdapat satu kutipan yang paling saya sukai dari buku ini. “Good design is not about the result, it’s when everybody involved feels good about it.”

Editor: Wahyu Eko S.

Judul Buku: Rayuan Maut Retorika Visual

Pengarang: Syahril Iskandar

Penerbit: Bitread Publishing

Tahun Terbit: 2021