Merayakan Keberagaman Berbahasa

Sebuah kumpulan essay yang memuat gagasan-gagasan kaum muda Indonesia dalam mengapresiasi bahasa dan unsur-unsurnya sebagai lebih sekadar dari media komunikasi belaka.

Merayakan Keberagaman Berbahasa
Ilustrasi cover buku Keberagaman Bahasa, foto: dok. Bitread

Bitjournal.id--Kaum muda Indonesia memuat gagasan-gagasan dalam mengapresiasi bahasa dan unsurnya, sebagai lebih sekadar dari media komunikasi belaka. Membaca buku ini membuat kita menyadari bahwa bahasa yang beredar dalam kehidupan keseharian erat kaitannya dengan kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.

Bahasa pun tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Masyarakat membutuhkan bahasa sebagai media komunikasi sekaligus identitas budaya, sedangkan bahasa memerlukan masyarakat untuk menentukan fungsinya. Oleh karena itu, perkembangan bahasa tidaklah lepas dari perkembangan masyarakat pada zamannya. Salah satu permasalahannya adalah mengenai bahasa daerah yang mulai terkikis keberadaannya seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Peran Serta Pemimpin Militer dalam Pemerintahan

Oleh karena menyandang posisi minoritas, bahasa daerah dalam komunitas multibudaya kadang dianggap tabu untuk digunakan karena secara tidak langsung akan membuat posisi penuturnya terlihat ‘lebih rendah’ secara sosial dibanding penutur bahasa utama. Kepunahan bahasa daerah juga akan menyebabkan "kepunahan" dimensi budaya daerah tersebut, karena bahasa ialah alat pengembang dan pendukung utama suatu kebudayaan. Akibatnya, Indonesia juga akan kehilangan warisan budaya  yang tak ternilai harganya satu per satu.

Pada era modern seperti saat ini banyak sekali pembaruan bahasa (istilah) yang muncul dengan sendirinya.  Salah satunya adalah fenomena masyarakat yang sudah mulai menggunakan bahasa Satire untuk menyampaikan pendapat mereka. Terutama, dalam kasus menyampaikan suatu pandangan terhadap suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh para pemangku jabatan. Satire seringkali dikaitkan sebagai suatu bahasa yang  bersifat ironi, sarkasme, ataupun parodi atau humor semata  bagi para pembaca.

Selain itu, stigma yang muncul dimasyarakat terhadap adanya istilah baru juga menjadi perbincangan yang menarik dan menimbulkan berbagai dampak sosial maupun ekonomi. Salah satunya adalah stigma yang muncul akibat adanya kata baru “Covid-19”. Ketika mendengar kata “Covid-19”, banyak masyarakat yang menghubungkan dengan China yang diketahui sebagai daerah pertama kemunculan virus tersebut.

Masyarakat bersikap tidak ramah pada etnis Chines saat itu, seolah-olah menyalahkan mereka. Covid-19 yang harusnya menjadi masalah kesehatan, kini justru merambah ke dalam permasalahan  sosial. Orang-orang menjadi mudah mencurgai satu sama lain. Stigma negatif tersebut juga menyebabkan timbulnya sikap merendahkan pihak yang terpapar virus Corona. Mereka  yang menjadi korban virus Corona akan dipandang sebagai pihak yang menularkan dan menyebarkan virus.

Para penulis dalam artikel di buku Merayakan Keberagaman Berbahasa menyebutkan mengenai hal-hal yang dapat kita lakukan untuk tetap menjaga kelestarian bahasa daerah Indonesia. Salah satu langkahnya adalah dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan bahasa daerah dalam kehidupan. Selain itu perlu menyebarkannya kembali media cetak, media digital dan juga sekolah sekolah untuk mengadakan hari khusus hari bahasa daerah.

Sisastra Jawa merupakan aplikasi yang digagas penulis sebagai upaya konservasi dan revitalisasi bahasa daerah khususnya bahasa Jawa. Penamaan dari aplikasi ini diambil dari kependekan sinau basa, aksara, lan sastra Jawa yang kemudian disingkat menjadi Sisastra Jawa. Nama aplikasi tersebut diambil dari bahasa Jawa yang artinya belajar bahasa, huruf, dan sastra Jawa. Selaras dengan penamaannya, aplikasi ini dibuat untuk pembelajaran bahasa daerah yaitu bahasa Jawa secara online. Selain itu ada pula Sipernus (Aplikasi Peribahasa Nusantara) Sebagai Upaya Revitalisasi Peribahasa Daerah Berbasis Digital.

Buku ini sangat kaya akan keberagaman bahasa. Latar belakang penulis sangat memengaruhi bahasa yang digunakan dalam penyusunan buku ini. Karena buku ini merupakan kumpulan dari tulisan-tulisan berbagai kontributor yang berasal dari berbagai latar belakang, misal: peneliti, ekonom, teknisi, dsb, menjadikan gaya bahasa penulisan yang dimuat dalam buku ini menjadi bermacam-macam.

Terdapat beberapa istilah yang awam dan perlu dipahami secara mendalam, sehingga Anda harus menyiapkan suasana senyaman mungkin agar fokus saat membacanya. Setelah membaca buku ini, Anda akan merasa lebih toleran dengan bahasa-bahasa di sekitar Anda serta memahami makna dari setiap fungsi dan keberadaanya di masyarakat.

Editor: Wahyu Eko S.

Judul Buku: Merayakan Keberagaman Berbahasa

Pengarang: Abdullah Faqih dkk (Surabaya Languange Festival)

Penerbit:  Bitread Publishing

Tahun Terbit: 2021