Momen Bulan Ramadhan & Lebaran: Kesempatan untuk Meningkatkan Kesejahteraan UMKM

Bulan Ramadhan merupakan momentum bagi umat islam melaksanakan kewajiban ibadah puasa bagi mereka yang mampu menjalankannya

Momen Bulan Ramadhan & Lebaran: Kesempatan untuk Meningkatkan Kesejahteraan UMKM
Ilustrasi pertumbuhan UMKM melesat saat bulan Ramdhan dan Lebaran, foto: dok. Kompas

Bitjournal.id—Bulan Ramadhan merupakan momentum bagi umat islam melaksanakan kewajiban ibadah puasa bagi mereka yang mampu menjalankannya. Tidak terlepas juga dari kasus Covid-19 yang belum membaik di indonesia, bulan Ramdhan datang dengan membawa dampak positif dalam hal perekonomian.

Di bulan ramadhan ini banyak kebutuhan pokok masyarakat yang meningkat, tidak hanya kebutuhan makan, tetapi juga pakaian berubah seakan kebutuhan menjadi pokok untuk menyambut bulan Ramadhan dan idul fitri.

Masyarakat yang memanfaatkan momen ini mulai banyak membuka lapak dagang mereka dengan menjual makanan dan minuman yang sudah siap dalam kemasan, hingga lifestyle. Memang hal ini sudah menjadi tradisi, khsusnya di Indonesia.

Kewajiban akan ibadah puasa bagi umat Islam pun mendorong daya beli masyarakat untuk pemenuhan nutrisi tubuh disaat berbuka puasa. Lantas masyarakat yang sadar akan kebutuhan dan daya beli yang tinggi inilah menjadi alasan utama munculnya pegiat ekonomi kecil.

Baca juga: Tips Menyajikan Menu Berbuka Puasa Saat Kantong Mulai Menipis

Dari keuntungan yang menjanjikan di bulan Ramadhan, setidaknya mampu membantu perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19. Dengan munculnya dorongan untuk kembali berbisnis kecil, ke depan masyarakat ditantang untuk aktif dan menghidupkan kembali roda perekonomian tingkat UMKM.

Jadi tak hanya sebatas momentum saja. Di sini sajak awal pandemi Covid-19 melanda, masyarakat telah sadar akan semangat membangun iklim ekonomi baru di tingkat keluarga. Bahkan dengan dorongan kuat membangun ekonomi baru di tingkat keluarga ini, ke depan akan menciptakan banyak lapangan kerja yang kini selalu menjadi PR pemerintah.

Untuk itu dalam hal ini kebijkan pemerintah harus benar-benar matang. Pasalnya, untuk menyeimbangkan kebutuhan pokok masyarakat, pemerintah jelas perlu memperhitungkan baik-buruk impor kebutuhan pokok di momen Ramadhan dan Lebaran.

Mengingat dorongan berbisnis masyarakat mulai kuat akan sia-sia, jika dibombardir dengan kebijakan impor.