Parenting: Mengenalkan Literasi Keuangan Ideal di Usia Dini

Mengenalkan literasi keuangan sejak dini dapat menjadikan anak terampil dalam mengelola keuangan. Hal ini dipercaya akan bermanfaat bagi kesehatan mental anak.

Parenting: Mengenalkan Literasi Keuangan Ideal di Usia Dini
Ilustrasi menabung. Foto: dok. Pexels

Bitjournal.id—Di era digital saat ini, literasi keuangan kerap diartikan sebagai kemampuan guna memahami dan mengasah keterampilan keuangan. Sehingga tak heran jika istilah tersebut mulai akrab didengar oleh banyak mahasiswa ataupun pengamat keuangan.

Contoh yang paling dekat mengenai literasi keuangan adalah soal manajemen tabungan pribadi, membuat rencana anggaran, serta melakukan investasi. Namun, pernahkah terpikirkan bagaimana cara Anda sebagai orangtua untuk mengajarkan anak mengenai literasi keuangan?

Baca Juga: Cinta Lingkungan dengan Mengenal kembali Permainan Tradisional

Di sini untuk memahami secara detil, Anissa Sagita seorang Financial Planner menjelaskan bahwa pendidikan yang perlu diajarkan pada usia dini adalah literasi keuangan. Tepatnya ketika anak di usia 3-5 tahun, di mana mereka sudah terbilang mampu mengamati rutinitas orangtuanya.

Dalam tahap itu, si anak nantinya akan mampu memahami perilaku dan kebiasaan orangtua mereka. Sehingga upaya mengenal literasi keuangan akan ideal, terlebih memberi contoh hal-hal positif merupakan hal yang wajib dilakukan.

Ilustrasi literasi finansial. Foto: dok. Pexels

Ilustrasi literasi finansial. Foto: dok. Pexels

Penerapan literasi keuangan untuk anak usia dini dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Untuk itu berikut adalah tips dari Bitjournal:

1. Kenalkan konsep menabung

Sebelum mengenalkan konsep menabung, alangkah baiknya kenalkan dulu apa itu uang? Berilah pemahaman terkait fungsi uang dengan cara yang menyenangkan. Ajaklah anak ke supermarket dekat rumah. Biarkan anak memilih barang kesukaannya, lalu jelaskan bahwa barang tersebut harus dibayar dengan uang.

Saat berada di kasir, jangan lupa berikan penjelasan sederhana terkait transaksi yang dilakukan. Setelah memahami konsep membeli barang, barulah kenalkan dengan konsep menabung. Berilah pemahaman bahwa anak bisa mendapatkan uang dengan cara menyisihkan atau menabung dari hasil uang pemberian orang tua.

2. Berikan anak sebuah celengan

Ajaklah anak memilih karakter kesukaannya. Jika anak suka dengan karakter dinosaurus, beli atau buatkan anak celengan karakter dinosaurus. Hal ini berguna agar anak lebih bersemangat untuk mengisinya. Ucapkan kalimat positif seperti, “Ayo, beri makan dinosaurusnya dengan koin itu!”

3. Membuat supermarket sederhana

Para orangtua dapat membuat supermarket sederhana di rumah untuk membantu melatih anak bertransaksi. Isi supermarket tidak perlu terlalu detail. Cukup buat kotak kardus dan isi dengan makanan kesukaan anak. Berilah label harga di setiap barang yang ada. Cara ini juga dapat melatih anak belajar nominal keuangan.

4. Ajaklah anak ke bank

Jika anak sudah mengerti dengan konsep menabung, tidak ada salahnya untuk mengajak anak ke bank. Buatlah rekening pribadi untuk anak. Hal ini dapat menambah semangat dan motivasi anak untuk menabung lebih banyak.

5. Berikan reward

Sesekali orangtua dapat mengintip isi tabungan anak. Jika sudah dirasa cukup banyak, kalian dapat memberikan hadiah agar anak semakin semangat dalam menabung.

 

Lalu, apa manfaat menabung untuk anak usia dini?

Menabung dipercaya oleh beberapa psikolog dapat menyehatkan kesehatan mental. Hal itu dikarenakan dengan menabung anak akan berlatih beberapa hal yang tanpa disadarinya. Berikut ini merupakan manfaat menabung untuk anak usia dini.

1. Melatih kesabaran

Menabung dapat melatih kesabaran anak dalam mendapatkan sesuatu. Sebelum menabung berikan pemahaman bahwa uang yang ditabung adalah untuk membeli mainan atau sesuatu yang diinginkan oleh mereka. Dengan begitu anak akan lebih bersemangat dan bersabar dalam memenuhi celengannya.

2. Mengajarkan nilai numerasi

Menabung juga dapat mengajarkan anak tentang kemampuan numerasi mereka. Setelah celengan yang dimiliki terasa berat, atau sudah saatnya dibuka. Ajaklah anak untuk menghitung hasilnya.

3. Melatih anak menghargai uang

Menabung sejak dini dipercaya dapat membuat anak lebih menghargai uang yang didapat. Sehingga dapat melatih sikap bijak dalam menggunakannya pula.

Editor: Wahyu Eko S.