Pecinta Kopi Lokal Wajib Coba 6 Kopi Terenak yang Ada di Indonesia

Di dukung dengan keadaan geografis, Indonesia memiliki segudang kopi terenak yang pernah ada. Untuk itu, akan kurang rasanya jika Anda belum mencoba 6 kopi populer berikut ini.

Pecinta Kopi Lokal Wajib Coba 6 Kopi Terenak yang Ada di Indonesia
Ilustrasi Kopi Terenak di Indonesia, foto: dok. Freepik

Bitjournal.id—Meminum kopi di setiap saat kini menjadi budaya yang begitu mengakar di Indonesia. Bahkan Indonesia dengan keadaan geografisnya, mampu menjadi produsen kopi terenak di Indonesia.

Di tahun 2016 misalnya, Indonesia masuk dalam kategori negara pengekspor kopi ke-4 setelah Brasil, Clombia, Honduras, dan Vietnam. Berbagai macam jenis kopi hadir dan tersedia di seluruh pelosok Indonesia. Tapi sebagai pecinta kopi, apakah Anda tau jenis kopi apa saja yang paling diminati, berikut adalah jenis kopi terenak di Indonesia:

Kopi Wamena

Kopi Wamena

Untuk diketahui bahwa kopi Wamena adalah kopi yang belum banyak dikenal. Ini karena letak geografis pulau Papua yang jauh dari ibu kota, membuat nama kopi ini jarang diketahui. Kopi Wamena pun sampai saat masih dirawat dengan baik tanah adat Papua.

Berbeda dengan kopi arabika lain, di sini kopi Wamena akan tumbuh subur di ketinggian 2.000 mdpl. Bagi pecinta kopi, Wamena adalah kopi yang sulit untuk didapat. Tak sedikit yang menceritakan bahwa untuk memanennya petani harus melakukan pendakian berhari-hari hanya untuk memanen kopi terenak di pulau Papua.

Kopi Luwak

Kopi Luwak

Kopi Luwak merupakan kopi yang umum ditemukan di pulau Jawa-Sumatera. Bahkan kopi Luwak sampai saat ini adalah kopi termahal dan primadona masyarakat karena cita rasa yang enak nan khas.

Apa yang menjadi penyebab? Di sini kopi Luwak ternyata memiliki sistem penen yang rumit. Sesuai dengan namanya, untuk memanen jenis kopi ini petani harus menunggu lama untuk mengambil kotoran hewan Luwak, yang sebelumnya telah memakan biji kopi. Prosesnya pun tak sampai di situ, petani pun harus melewati tahap sterilisasi untuk bisa diseduh dengan air panas.

Banyak isu yang beredar, hewan Luwak ternyata mampu menyeleksi mutu kualitas biji kopi. Yang paling mencenangkan adalah masa fermentasi di dalam tubuh Luwak, ternyata setara dengan fermentasi kopi selama 5-8 tahun. Sehingga bukan hal yang aneh jika kopi Luwak ialah primadona kopi terenak di masyarakat.

Kopi Toraja

Kopi Toraja

Tak kalah dengan pulau lain di Indonesia, pulau Sulawesi pun punya cerita tersendiri. Kopi Toraja adalah salah satunya. Sesuai yang diceritakan film “Filosofi Kopi”, kopi Toraja memiliki cita rasa khas dengan rasa earthy—rasa dengan karakter tanah yang khas. Selain itu, kopi Toraja kerap diceritakan punya rasa seperti coklat hingga kacang bagi para penikmatnya. Akibatnya muncul rasa kopi terenak yang ada pulau Sulawesi.

Kopi Prengear

Kopi Preanger

Jika Anda pernah berkunjung ke Bandung maka tak lengkap jika mencoba cita rasa kopi Preanger. Jenis kopi ini hidup pegunungan Jawa Barat, dan menjadi perkebunan kopi tertua di Indonesia. Usut punya usut, perkebunan kopi Preanger didirikan di zaman kolonial Belanda.

Kopi Bajawa

Kopi Bajawa

Kopi Bajawa banyak diceritakan punya bau manis coklat dan bunga yang harum. Karakter ini didapat dari kondisi ekosistem pulau Flores. Untuk jenisnya, kopi Bajawa masuk dalam kategori arabika di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dari penghargaan The Indonesian Speciality Coffee Contest.

Kopi gayo

Kopi Gayo

Siapa yang tak mengenal wilayah dataran Gayo, Aceh. Di sana jika Anda jeli akan tahu bahwa tersimpan harta kopi terenak di wilayah Aceh. Jika Anda mencari ini, maka kopi Gayo adalah jawabannya. Untuk diketahui, kopi Gayo adalah kopi arabika terbaik di Indonesia. Selain itu, Gayo juga dikenal diseluruh penjuru Asia.