Pernahkah Kamu Mengalami Sleep Paralysis?

Sleep paralysis adalah keadaan di mana seseorang terbangun dari tidur dan tidak bisa menggerakan tubuhnya. Gangguan tidur ini bisa terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat, lingkungan yang tidak nyaman, emosi yang tidak stabil, dan kelelahan.

Pernahkah Kamu Mengalami Sleep Paralysis?
Near-Death Experiences, foto: dok. Sciencefocus

Bitjournal.id--Tidur merupakan keadaan hilangnya kesadaran seseorang, tetapi dapat dibangunkan lagi menggunakan indra atau rangsangan yang cukup. Kebutuhan akan tidur pun setiap orang berbeda-beda. Selain sebagai kebutuhan, tidur juga berfungsi sebagai pengurang rasa stres dan kecemasan, serta dapat meningkatkan kemampuan dan konsentrasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Seseorang yang memiliki pola tidur buruk akan mudah merasa lelah, sakit kepala, dan mengalami penurunan konsentrasi. Hal ini diakibatkan adanya penurunan kerja organ tubuh karena proses pemulihan (istirahat) yang tidak optimal. Kuantitas dan kualitas tidur yang buruk akan menyebabkan berbagai gangguan tidur.

Menurut seorang perawat asal Amerika bernama Lynda Juall Carpenito, menjelaskan bahwa gangguan tidur adalah kondisi perubahan kuantitas dan kualitas pola tidur seseorang yang menimbulkan rasa tidak nyaman dan mengganggu gaya hidup. Berbagai jenis gangguan tidur yang umum terjadi adalah insomnia, nightmare, sleep walking, dan sleep paralysis.

Baca juga: Pengaruh Buruk Dongeng Terhadap Perkembangan Karakter Anak

Dalam hal ini Bitjournal tertarik tertarik untuk mengulas Sleep paralysis (kelumpuhan tidur) adalah keadaan seseorang yang sedang tertidur, kemudian terbangun secara tiba-tiba dan tidak bisa menggerakkan anggota tubuh. Gangguan tidur ini diikuti dengan halusinasi, perasaan tercekik, dan kesulitan menggerakkan lidah. Dalam keadaan ini, seseorang dapat mendengar atau melihat sosok yang menakutkan.

Women Having a Nightmare, foto: dok. freepik

American Sleep Association (ASA) pada tahun 2005 mengembangkan teori mengenai jenis-jenis sleep paralysis. Dalam penelitian tersebut mengelompokkan sleep paralysis menjadi tiga jenis, yaitu:

Intruder, gangguan tidur yang disertai rasa takut, cemas, hadirnya roh halus, halusinasi auditori dan visual.

Incubus, gangguan tidur yang disertai perasaan sulit bernafas, sensasi tercekik, dan halusinasi sedang mengalami serangan fisik

Unusual body experiences, gangguan tidur yang disertai perasaan mengambang, terbang, jatuh, berputar, perasaan arwah tertarik keluar dari tubuh (out of body) dan melihat tubuh sendiri (autoscopy).

Seseorang pertama kali mengalami gangguan tidur ini rata-rata berusia 14-18 tahun. Sleep paralysis dapat terjadi pada semua orang, baik laki-laki maupun perempuan. Penelitian di Universitas Canada menyebutkan bahwa hampir setiap orang pernah mengalami gangguan tidur ini, setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya. Sleep paralysis terjadi dalam hitungan detik hingga menit.

Perry & Potter dalam bukunya yang berjudul “Fundamentals of Nursing”, menyebutkan bahwa ada 4 tahapan tidur yang dialami seseorang. Tahapan ini dibagi berdasarkan pada gelombang-gelombang yang ada di dalam otak. Tahapan yang pertama adalah NREM 1, yaitu tahap pertama saat seseorang memulai tidur.

Kemudian ada NREM 2, merupakan tahap tidur yang lebih dalam dibandingkan sebelumnya di mana pada tahap ini terjadi kemajuan relaksasi. Lalu ada NREM 3, yaitu tahap terdalam dari tidur seseorang. Selanjutnya yang terakhir ada REM, pada tahap ini lah biasanya seseorang mengalami mimpi.

Sleep paralysis terjadi ketika seseorang secara tiba-tiba sebelum tahap REM berakhir, sehingga terjadi kesulitan bergerak dan berbicara. Ada berbagai penyebab terjadinya sleep paralysis, di antaranya yaitu karena kurangnya waktu tidur, jadwal tidur yang berubah-ubah, terlalu stres, cemas, atau memiliki gangguan bipolar, tidur dengan posisi terlentang, kelelahan, serta konsumsi kopi yang berlebihan saat malam hari.

Editor: Wahyu Eko S.