PSBB Jogja Diperpanjang, Penghasilan Penjual Jamu Keliling di Bantul Alami Penurunan

Semenjak Covid-19 di Jogja mengalami peningkatan, Sri Sultan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada tanggal 1 Febuari sampai 28 Febuari hingga sekarang diperpanjang sampai tanggal 31 Maret 2021.

PSBB Jogja Diperpanjang, Penghasilan Penjual Jamu Keliling di Bantul Alami Penurunan
Ilustrasi penjual jamu keliling, foto: dok. Liputan6

Bitjournal.id--Dampak Perpanjangan PSBB di Jogja Menyebabkan Penjual Jamu Keliling di Bantul Mengalami Penurunan Penghasilan.

Semenjak tahun lalu terjadinya pandemi Covid-19, di mana Indonesia termasuk yang paling cepat bertambahnya kasus covid-19, yang menyebabkan perekonomian Indonesia mengalami penurunan. Di daerah-daerah Indonesia penambahan kasusnya makin meningkat salah satunya yaitu Yogyakarta.

Semenjak Covid-19 di Jogja mengalami peningkatan, Sri Sultan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada tanggal 1 Febuari sampai 28 Febuari hingga sekarang diperpanjang sampai tanggal 31 Maret 2021. PSBB ini diperpanjang karena adanya peningkatan kasus Covid-19, ini menyebabkan penjualan jamu keliling di Bantul mengalami penurunan penghasilan.

Ibu Pariyem adalah salah seorang penjual jamu keliling di Bantul, dari Dusun Kiringan, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta. Bahkan dari perpanjangan PSBB ini banyak UMKM kecil yaang juga mengalami penurunan penghasilan.

Di mana di Dusun Kiringan ini mayoritas pekerjaannya adalah berjualan jamu keliling, pada saat ini mereka mengaku bahwa penjualannya menurun semenjak Covid-19. Tak hanya itu, sekarang wilayah Jogja memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maka dari itu penjualnnya makin menurun.

Bahkan  masalah merembet ketika banyak bahan baku yang harganya semakin mahal, saat ini penjual jamu keliling harus berfikir ekstra supaya dapat tetap bertahan dimasa pandemi perpanjangan PSBB ini.

Editor: Wahyu Eko S.