Rumah Zakat di Garda Terdepan Bencana, Penggambaran Apa Itu Kemanusiaan

Dikemas dengan cerita-cerita pendek hasil pengalaman pribadi. Banyak sekali cerita-cerita menarik, menyentuh hati, dan memotivasi dari pengalaman-pengalaman para penulis dalam membantu, menolong, dan memberi kebaikan di saat mereka menjadi relawan.

Rumah Zakat di Garda Terdepan Bencana, Penggambaran Apa Itu Kemanusiaan
Muka depan buku Rumah Zakat Di Garda Terdepan Bencana, foto: dok. Bitread

Bitjournal.id—Buku ini ditulis oleh beberapa pengarang yaitu ada dua belas orang penulis. Dikemas dengan cerita-cerita pendek hasil pengalaman pribadi masing-masing penulis sebagai relawan. Banyak sekali cerita-cerita menarik, menyentuh hati, dan memotivasi dari pengalaman-pengalaman para penulis dalam membantu, menolong, dan memberi kebaikan di saat mereka menjadi relawan.

Tentunya dengan ada relawan maka setiap orang yang terdampak bencana akan sangat merasa terbantu. Hal ini pula dapat menjadi motivasi bagi kita untuk terus membantu sesama manusia. Ketika membaca buku ini, banyak sekali ditemukan motivasi-motivasi hidup. Menjelaskan apa arti dari kehidupan sosial yang sesungguhnya. Menerangkan tentang pentingnya berbagi, tolong-menolong, dan saling mengasihani.

Baca juga: Legenda Bukit Kelam Karya Satrio Adi Wicaksono

Salah satu cerita yang menyentuh hati terdapat dalam cerpen “Gemurub Gempa Dan Air Mata” karya Muthia Nur Hidayah. Menceritakan tentang gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sigi, dan Donggala di tanah Sulawesi. Begitu banyak korban jiwa, fasilitas rusak, orang-orang kehilangan orang tercinta, traumatis, dan lain sebagainya.

Di sini para relawan tergerak hatinya untuk membantu para korban dengan semampunya dan setulusnya. Mulai dari pangan, sandang, dan papan mereka bantu untuk para korban. Terutama yang paling penting yaitu pengobatan traumatis juga perlu dibantu untuk para korban. Cerita di cerpen ini sangat menyentuh hati, para relawan begitu ikhlas membantu seperti keluarga sendiri.

Inilah penggambaran dari kemanusiaan yang sesungguhnya. Di mana setiap manusia saling menebarkan kebaikan dengan tolong menolong, gotong royong, dan lain sebagainya. Seharusnya peperangan dan kerusakan tidak terjadi di dunia ini. Alangkah miris melihat dunia ini hancur hanya karena keserakahan pribadi.

Kelebihan dari buku ini sangat banyak. Terutama dari segi positifnya, berisi kebaikan-kebaikan dari pengalaman-pengalaman pribadi para relawan yang membantu korban bencana dengan tulus dan ikhlas. Dengan membaca buku ini, kita akan terdorong untuk saling menebarkan kebaikan, tidak hanya dengan tolong menolong, dan saling memberi tetapi banyak lagi kebaikan-kebaikan yang perlu kita lakukan.

Bahkan tersenyum pun itu merupakan bentuk kebaikan. Saya rasa dengan membaca buku ini dapat memunculkan aura positif dan mengubah cara pandang kita tentang apa itu kehidupan dan bagaimana kehidupan harus dijalani. Individualis dan egoisme atau bahkan keserakahan dapat menyebabkan dunia hancur. Begitu pula sebaliknya, sisi positif dari buku ini adalah cerminan kehidupan yang sesungguhnya.

Editor: Wahyu Eko S.

Judul Buku: Rumah Zakat di Garda Terdepan Bencana

Jenis: Kumpulan cerita pendek

Penerbit: Bitread Publishing

Jumlah Halaman: 182 halaman

Tahun Terbit: 2020