Tak Ingin Ketinggalan, ITS Luncurkan Aplikasi i-Car untuk Mobil Listrik

Tren mobil listrik saat ini mulai menjadi lifestyle, mengingat Elon Musk orang terkaya di dunia menjadi pionir mobil listrik bermerek Telsa. Tapi produk lokal tak ingin kalah, dan ITS turut andil dalam pengembangkan teknologi kendaraan bernama i-Car.

Tak Ingin Ketinggalan, ITS Luncurkan Aplikasi i-Car untuk Mobil Listrik
SPKLU. Foto: dok. Cintamobil

Bitjournal.id—Akibat peningkatan emisi CO2, kini penggunaan mobil listrik mulai dilirik untuk mengurangi sampah polutan yang setiap tahunnya meningkat. Bahkan, tren mobil listrik saat ini pun menjadi lifestyle, mengingat Elon Musk orang terkaya di dunia digadang menjadi pionir untuk mobil listrik bermerek Telsa.

Tak hanya itu, dampak lain yang bisa dirasakan dengan mengangkat tren mobil listrik adalah pengurangan emisi gas rumah kaca nasional. Direktur utama PLN, Zulkifli Zaini, menerangkan bahwa era kendaraan listrik telah tiba, dan pihak PLN memastikan telah menyediakan pasokan listrik dengan berbagai infrastruktur kelistrikan seperti SPKLU.

Tak main-main, Presiden Joko Widodo pun telah mengeluarkan Peraturan Presiden No.55 Tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle), sebagai transportasi jalan guna mendorong penggunaan mobil listrik Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2021, potensi mobil listrik mencapai 125 ribu unit, sedangkan motor listrik mencapai 1,34 juta unit.  Di sini PLN berkomitmen untuk berupaya memberikan pelayanan terbaik.

Hal itu dibuktikan, dengan PLN meluncurkan aplikasi Charge-In dan PLN Mobile. Dengan adanya aplikasi tersebut, pengisian KBLBB (Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai) dapat dikontrol dan dimonitor pengisiannya di stasiun pengisian atau SPKLU.

Peluncuran mobil listrik tanpa pengemudi. Foto: dok.pemkot

Peluncuran mobil listrik tanpa pengemudi. Foto: dok.pemkot

Di sisi lain seolah tak ingin tergerus oleh perkembangan teknologi. ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) berinovasi dengan meluncurkan i-Car, mobil listrik otonom yang dapat berjalan tanpa pengemudi.

Untuk diketahui, bahwa cara kerja i-Car yakni dengan menggabungkan dua sensor. Yaitu memanfaatkan Global Positioning System (GPS) dan serta sensor Light RADAR (LIDAR). Kedua sensor tersebut digabungkan dengan kamera beresolusi tinggi untuk digunakan dalam pengumpulan data. Selanjutnya diproses oleh komputer berspesifikasi tinggi yang terpasang di dalam mobil.

Saat ini sistem operasional mobil pintar tersebut dirancang untuk berhenti di halte kampus, hingga dipanggil untuk menuju halte fakultas tertentu. Ke depan, harapannya adalah mobil tersebut tidak hanya beroperasi dari halte ke halte, melainkan ke seluruh area yang dapat dijangkau oleh i-Car.

Tri Risma Harini mengendarai Gesits. Foto: dok.twitter @banggasurabaya

Tri Risma Harini mengendarai Gesits. Foto: dok.twitter @banggasurabaya

Peluncuran i-Car dilakukan oleh Rektor ITS Prof. Mochamad Ashari dan disaksikan oleh Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Prof Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro secara virtual, serta mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang langsung hadir di lokasi acara.

Berdasarkan keterangan Risma, ia merasa bangga dan bahagia dengan peluncuran mobil tanpa pengemudi. Warga Kota Surabaya pun turut senang karena hal tersebut tentu dapat membanggakan kota mereka.

Masyarakat percaya bahwa mobil listrik akan sukses, jika melihat peluncuran motor listrik (Gesits) yang lebih dulu dilakukan. Beberapa warga, bahkan telah memiliki kendaraan roda dua tersebut. Termasuk Bu Risma sendiri. Beliau menggunakan Gesits untuk kegiatan blusukan sehari-hari sewaktu masih menjabat menjadi wali kota, termasuk mengendarai motor listrik itu dari balai Kota Surabaya menuju ITS. Ketika menghadiri peluncuran mobil tanpa pengemudi pada 17 Agustus 2020.

Editor: Wahyu Eko S.