Terlalu Sering Mengkonsumsi Kopi, Berbahaya bagi Ibu Hamil

Mengkonsumsi kopi dalam dosis rendah memang memiliki banyak manfaat. Namun apabila kopi dikonsumsi secara terus menerus akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti diabetes, osteoporosis, tekanan darah tinggi, serangan jantung, dan stroke.

Terlalu Sering Mengkonsumsi Kopi, Berbahaya bagi Ibu Hamil
Coffe Shop, foto: dok. freepik

Bitjournal.id—Kopi merupakan minuman yang sangat popular sejak berabad-abad yang lalu. Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi pertama kali ditemukan oleh bangsa Ethiopia di benua Afrika sekitar abad ke-9.

Awalnya, seorang penggembala menemukan kambing-kambingnya bergerak lebih lincah dari biasanya. Perilaku tak biasa kambing tersebut ternyata akibat memakan buah berwarna merah berukuran kecil, yang saat ini dikenal dengan nama kopi.

Beberapa tahun ini, kopi menjadi salah satu minuman yang cukup popular. Hal ini terlihat dari maraknya cafe dan kedai kopi yang ada di kota besar hingga kota-kota kecil. Saat ini meminum kopi bukan hanya sekedar selera, melainkan bagi sebagian masyarakat sudah menjadi gaya hidup.

Tren minum kopi juga sangat terasa di kalangan generasi milenial. Bagi sebagian anak muda, minum kopi menjadi agenda rutin sembari mengobrol dan berdiskusi. Terlebih saat ini sudah banyak kedai kopi yang menyediakan fasilitas internet dan live musik. Menurut National Coffe Association United States tahun 2011, terdapat peningkatan kosumsi kopi harian pada remaja usia 18-24 tahun. Di Indonesia, konsumsi kopi sebagai sumber kafein meningkat sebesar 98% dalam sepuluh tahun terakhir.

Konsumsi kopi dalam dosis rendah memang terbukti memberikan manfaat. Kafein yang terkandung dalam kopi merupakan stimulan psiko aktif yang dapat meningkatkan suasana hati dan memberikan dorongan energi sementara, sehingga dapat mengurangi rasa lelah. Selain itu, kopi juga bermanfaat sebagai antioksidan. Kandungan antioksidan pada kopi jauh lebih tinggi dibandingkan dengan teh atau cokelat.

Ibu Hamil Mengonsumsi Kopi, foto: dok. freepik

Di samping memiliki kelebihan, kopi juga mengandung berbagai kelemahan. Dewi Septianintyas Hastuti dalam jurnalnya yang berjudul “Kandungan Kafein pada Kopi dan Pengaruhnya terhadap Tubuh” menyebutkan kelemahan kopi diantaranya tidak memiliki nilai nutrisi yang nyata bagi tubuh, kecuali jika ditambahkan krim atau susu ke dalamnya.

Kandungan kafein pada biji kopi berbeda-beda, tergantung jenis dan kondisi geografis biji kopi ditanam. Kandungan kafein dan asam yang berlebih dapat berdampak negatif bagi kesehatan. Kopi dapat menyebabkan sakit perut bagi beberapa orang yang memiliki lambung sensitif.

Selain itu, konsumsi kopi pada ibu hamil dapat mengakibatkan keguguran. Penelitian di Yugoslavia menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi 70 – 140 mg kafein berpotensi melahirkan bayi dengan berat seperempat lebih kecil dibandingkan ibu yang mengonsumsi 0 – 10 mg kafein.

Dalam penelitian lain juga menyebutkan bahwa bayi yang dilahirkan oleh ibu yang gemar mengonsumsi kopi beresiko terkena epilepsi. Hal tersebut dikarenakan kafein yang terkandung dalam kopi dapat menyerap cairan, kalsium, dan zat besi dari tubuh yang diperlukan untuk kesehatan janin.

Dewi juga menyebutkan bahwa konsumsi kopi yang berlebih dapat mengakibatkan perubahan warna gigi, menimbulkan bau mulut, meningkatkan stres dan tekanan darah, insomnia, serangan jantung, stroke, kemandulan pada pria, gangguan sistem pencernaan, kecanduan, dan meningkatkan resiko penuaan dini.

Salah satu penyebab seseorang mengalami sakit kepala juga karena terlalu sering mengonsumsi kopi. Pada perempuan yang mengonsumsi dua cangkir kopi atau lebih akan meningkatkan resiko terkena osteoporosis. Selain itu, kafein yang terkandung dalam kopi juga dapat menyebabkan pernapasan yang cepat, tremor, dan secara akumulatif berkembang menjadi penyakit diabetes.

Editor: Wahyu Eko S