Tips Cerdas Menggunakan Kartu Kredit untuk Pelajar

Pemberian kartu kredit pada usia pelajar bukanlah suatu hal baru. Berikan pemahaman terlebih dulu sebelum memutuskan untuk memberikan kartu kredit. Hal ini bertujuan agar anak dapat menggunakan kartu kredit dengan cerdas.

Tips Cerdas Menggunakan Kartu Kredit untuk Pelajar
Kartu kredit untuk pelajar. Foto: dok. Pexels

Bitjournal.id--Sebelum memutuskan memberikan kartu kredit pada usia pelajar, Anda dapat memerhatikan beberapa hal terkait kelebihan dan kekurangannya terlebih dulu. Beberapa kelebihan dan kekurangan pemberian kartu kredit pada anak yang masih berstatus pelajar.

Kelebihan

  1. Dapat melatih dan mengajarkan anak untuk mengelola uang pribadinya sejak dini.
  2. Bagi Anda para orang tua yang sibuk, akan dimudahkan dengan pemberian kartu kredit karena tidak perlu memberikan uang jajan harian kepada anak.
  3. Anda dapat merasa tenang, karena anak tidak membawa uang dalam jumlah yang banyak. Dengan begitu keamanan uang akan lebih terjaga.

 

Kekurangan

  1. Jika Anda belum memberikan edukasi terkait literasi numerasi, dapat memperburuk ekonomi keluarga karena dikhawatirkan anak belum dapat mengelola keuangan dengan baik.
  2. Anak yang terbiasa memegang kartu kredit, dapat dengan mudah melakukan berbagai transaksi. Hal itu membuat anak kurang menghargai arti pentingnya uang karena selalu mendapat kemudahan.
  3. Bagi Anda yang memberikan kartu kredit dengan limit yang cukup banyak, dapat mengembangkan sifat boros pada anak.

 

Dalam hal ini, perlu adanya kontrol dalam penggunaan kartu kredit. Peran Anda sebagai orang tua adalah yang paling utama. Meminimalisasi penggunaan kartu kredit dapat dilakukan dengan pembatasan limit kartu kredit.

 Penggunaan kartu kredit. Foto: dok. Pexels

Penggunaan kartu kredit. Foto: dok. Pexels

Tips berikut dapat digunakan agar anak cerdas dalam menggunakan kartu kredit

Pertama, edukasi anak dengan pemahaman literasi keuangan sejak dini. Baca Bitjournal Pengenalan Literasi Numerasi untuk Besarkan Anak yang Sukses

Kedua, ajarkan kepada anak agar berbelanja seperlunya. Jelaskan pula limit yang terdapat pada kartu kredit mereka.

Sebagai pelajar, menggunakan kartu kredit merupakan suatu hal baru. Hal ini dapat memungkinkan mereka akan dengan mudah melakukan transaksi demi menebus barang incarannya. Sehingga penjelasan limit akan sangat memengaruhi pola penggunaan kartu kredit bagi mereka.

Ketiga, berikan pemahaman agar menghindari gestun (gesek tunai). Dengan melakukan gesek tunai akan membuat pembengkakan bunga yang ada. Sehingga akan berakibat cicilan kartu kredit semakin membengkak.

Keempat, Anda dapat mengajarkan untuk selalu mengabaikan penawaran merchant. Penawaran merchant adalah sebuah upaya kerja sama yang dilakukan oleh bank. Bagi anak yang baru menggunakan kartu kredit hal ini tentu akan sangat menggiurkan. Terlebih mereka akan menerima penawaran seperti “dapatkan cashback 30% dengan berbelanja minimal Rp 3.500.000.- dengan menggunakan kartu kredit ABC di merchant terpilih berlogo.” Penawaran seperti itu akan dilakukan secara berkala, maka pastikan Anda mengetahui transaksi yang telah dilakukan.

Kelima, cobalah untuk memeriksa tagihan dengan cermat. Bagi Anda yang memberikan kartu kredit kepada anak, berkewajiban untuk memantau transaksi minimal 1 bulan sekali. Hal itu perlu dilakukan untuk mengetahui penggunaan kartu kreditnya. Upayakan selalu transparan kepada anak. Perlihatkan pula tagihan yang ada, apakah sesuai dengan transaksi yang mereka gunakan.

Keenam, bayar penuh tagihan. Saat melakukan pembayaran tagihan pada kartu kredit. Pastikan Anda melakukan pembayaran penuh. Cobalah untuk tidak melakukan pembayaran minimum 10% karena akan membuat limit semakin berkurang di kemudian hari. Berdasarkan pengalaman pribadi saya sebagai pemegang kartu kredit. Limit yang ada semula sebesar Rp 6.000.000,- karena selalu melakukan pembayaran minimum maka limit berkurang menjadi Rp 4.000.000,-

Ketujuh, batasi kepemilikan kartu kredit maksimal 2 kartu saja. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan anak terhadap pengaruh pengeluaran yang tidak terduga.

Editor: Wahyu Eko S.