Tren Baru, Media Sosial sebagai Ajang Promosi Komik Indie

Pertumbuhan komik indie tidak terlepas dari penggunaan media sosial sebagai ajang promosi yang efektif. Melalui media sosial, beberapa komikus dapat dikenal masyarakat luas hingga keberhasilan komik Si Juki yang semakin melejit.

Tren Baru, Media Sosial sebagai Ajang Promosi Komik Indie
Media Sosial sebagai Ajang Promosi. Foto: dok. Pexels

Bitjournal.id--Dalam dunia penerbitan, industri komik di Indonesia begitu sulitnya untuk menembus penerbit mayor. Akibatnya, membuat sejumlah komikus memilih untuk menerbitkan karyanya melalui media sosial.

Era digitalisasi membuat para kreator lebih mudah dalam mempublikasikan karya mereka. Saat ini, pergerakan komik indie mulai berjaya di media sosial seperti Facebook, Instagram, bahka Tumblr.

Beberapa nama komikus telah sukses berjaya di media sosial. Di antaranya adalah nama-nama yang berada dalam satu manejemen Pionicon yakni Si Juki karya Faza Meonk, Grey & Jingga karya Sweta Kartika, dan Si Bedil.

Tidak berhenti pada nama-nama komikus itu saja, ada pula komik indie dengan nama KOPI (Komik Pinter) karya Abi Rama yang lebih memilih mempublikasikan komiknya pada media sosial Tumblr. Karakter yang diusung pada komik KOPI adalah flat dan tetap gokil.

Bukan hanya itu, Arsya Javidiar dengan komik stripnya memilih media instagram karena merasa media tersebut paling cocok sebagai ajang posting untuk gambar komiknya. Sejak 2015 lalu, pemuda asal Sidoarjo itu fokus dengan gemelut dunia komik melalui media sosial.

Konsep komik yang dibawa Arsya melalui akunnya @komikjavid adalah bergenre humor berisi random jokes, dengan mengusung konsep parodi serta mengangkat isu-isu yang sedang hype di masyarakat.

Baca juga: Perkembangan Komik Lokal yang Tak Sepopuler Komik Impor

Beberapa nama komikus tersebut merupakan contoh kecil dari maraknya komikus yang gencar mempromosikan komiknya melalui media sosial. Pergeseran media cetak ke media digital menjadi ajang tren yang mendatangkan peluang bisnis tersendiri. Publikasi melalui media sosial ini dipilih karena memiliki kemudahan, serta terbebas dari beban biaya. Kelebihan lainnya adalah melalui media sosial komikus dapat bertindak sebagai user, lebih dari itu komikus dan pembaca dapat melakukan interaksi secara langsung.

Kesuksesan komik indie semakin melejit

Popularitas komik indie memang tidak dapat dilirik sebelah mata, terbukti dari eksistensi komik Si Juki yang kian melejit. Tidak main-main, komik ini juga telah sampai pada penayangan serial di Disney+ Hotstar dalam 13 episode.

Selain telah diadaptasi dalam bentuk film, komik Si Juki juga berkembang menjadi mobile game yang cukup populer. Melejitnya komik ini hingga membuat sang kreator berhasil mencapai pasar internasional. Beberapa waktu lalu, KJRI (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) Vancouver mengadakan pertemuan virtual dengan Faza Meonk, untuk membahas keikutsertaan Si Juki dalam Vancouver Comic Arts Festival 2021 yang dilaksanakan pada 17 Mei mendatang.

Dengan melejitnya komik Si Juki, diharapkan mampu menginspirasi kreator komik Indonesia agar semakin meningkatkan semangat dan kualitasnya dalam berkarya.

Editor: Wahyu Eko S.