Tulisan yang Tak Kunjung Usai, Apa Penyebabnya?

Tulisan yang Tak Kunjung Usai, Apa Penyebabnya?
sumber: health.grid.id

Rasanya menulis adalah suatu keahlian yang luar biasa. Sepertinya, tidak semua orang bisa menulis. Dan itu adalah pernyataan yang salah. Mengapa? Karena menulis tidak harus dimiliki oleh orang yang berbakat dari lahir, atau hanya orang yang berpendidikan tinggilah yang bisa menulis. Nyatanya seluruh orang bisa menulis dan membuat tulisan dengan kemampuannya.  Yang perlu kita tahu, menulis adalah talent learned, bakat yang ternyata bisa kita pelajari. Pilihan kata learned di sini sama dengan istilah lifelong learning yang artinya belajar sepanjang hayat, seumur hidup tidak ada batasnya. Inilah yang perlu kita yakini bahwa menulis bukanlah bakat yang hanya orang tertentu bisa melakukannya.

Perlu kita ketahui bahwa mengedit dan menulis adalah suatu kegiatan yang berbeda. Banyak orang yang merasa tidak menulis karena takut tulisannya tidak dapat dimengerti ataupun menggunakan kosa kata yang tidak sesuai. Nyatanya, tulisan tidak harus sesempurna itu. Jadi mulailah menulis. Lalu saat kita merasa sudah ada keinginan untuk menulis pasti ada saja hambatan yang membuat tulisan itu tidak bisa dimulai ataupun bingung untuk melanjutkannya. Ternyata ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya hal tersebut, antara lain sebagai berikut.


Writer’s Block

Sumber : www.idntimes.com

Ini adalah suatu kondisi ketika kita merasa sulit untuk menulis. Tidak tahu apa yang harus tulis. Tidak berminat untuk menulis. Tidak tahu kapan bisa mengembalikan mood untuk bisa menulis. Writer’s block bisa sangat berbahaya jika kita tidak menanganinya dengan cepat. Beberapa hal yang bisa kita lakukan adalah sebagai berikut.

  • Istirahat yang cukup. Pastikan diri kita memiliki jam tidur yang cukup dan tidak stres. Terkadang saat mengalami writer’s block karena kita menulis terlalu lama sehingga itu dapat membuat kita sangat lelah.
  • Pentingnya membaca. Kamu tidak bisa mengandalkan otakmu untuk terus memproduksi tulisan tanpa mengonsumsi bacaan yang berkualitas. Kita memerlukan informasi untuk membuka pikiran agar bisa berkembang. Jadi, pastikan kita membaca, membaca, dan terus membaca lagi.
  • Berolahraga secara teratur. Olahraga sangat penting bahkan bagi penulis sekalipun karena aliran darah melalui otak dapat memengaruhi kreativitas kerja otak kamu. Maka, pastikan kamu berolahraga yang cukup.


Kurangnya Ide

Sumber : daenggassing.com

Di saat kita yakin bisa menulis, tetapi kita bingung karena tidak ada ide yang cemerlang untuk memulai tulisannya. Ini bisa terjadi kepada siapa saja, dan kabar baiknya adalah ternyata masalah ini ada solusinya. Beberapa cara ini bisa kita lakukan untuk mendapatkan ide tulisan.

  • Amatilah lingkungan sekitar. Lihatlah pohon-pohon yang ada atau peliharaan yang kita punya, atau objek alam lainnya yang dapat memberikan inspirasi ke dalam diri kita.
  • Baca apa saja yang tentu bagus menurutmu. Karena membaca adalah obat kekurangan ide. Baca apa pun soal situasi yang kita hadapi dengan keterbukaan hati karena itu dapat memberikan inspirasi dan kontribusi berupa ide-ide yang bisa kita tulis.
  • Lakukan riset. Gunakan internet atau media sosial yang kita punya untuk dapat memberikan ide-ide tentang apa yang sedang kita tulis.


Berada di Lingkungan yang Tidak Mendukung

sumber : foto.bisnis.com

Hal ini bisa menjadi masalah besar tersendiri, terutama jika kita tinggal dalam lingkungan yang banyak mengganggu fokus, seperti banyak-anak-anak, berada di lingkungan yang tidak produktif atau memiliki kesibukan lain. Biasanya, menulis membutuhkan lingkungan dengan suasana yang nyaman dan tenang untuk membantu kita menjaga konsentrasi. Beberapa tempat, seperti kedai kopi dengan desain yang bagus serta fitur ruangan yang menarik dan memadai bisa membantu memberikan kenyamanan untuk menulis.

Menulis juga sebenarnya bisa dilakukan di rumah dengan kondisi tidak banyak terganggu oleh hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas orang rumah. Kita bisa menciptakan ruang kerja atau ruang khusus yang dibuat senyaman mungkin agar kita bisa tetap produktif menulis dengan santai dan tenang. Jika tidak memiliki space untuk membuat ruang kerja atau ruang khusus di rumah, kita bisa menjadikan kamar tempat tidur sekaligus sebagai ruang kerja.


Kurang Percaya Diri

Sumber : www.sehatq.com

Pernahkah kamu mengalami atau merasa tidak percaya diri dengan tulisanmu? Tidak percaya diri adalah masalah yang sangat berbahaya bagi seorang penulis. Ketakutan adalah salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya kepercayaan diri, terutama pada penulis pemula. Bisa jadi kita berpikir karena sudah banyak orang yang bisa menulis dan merasa mereka lebih baik daripada kita. Khawatir tulisan kita ini akan banyak dikoreksi dan dianggap tidak menarik. Padahal, tidak masalah seberapa terampil dan seberapa banyak pengalaman yang kita dapatkan. Tulisan kita pasti akan tetap tampil beda dengan tulisan orang lain.

Avianti Armand, seorang penulis buku puisi ‘Perempuan Yang Dihapus Namanya’, memberi tips kepada para penulis untuk jangan terlalu pusing memikirkan opini orang lain. Ambil sesuai kebutuhan, mengingat kita tidak bisa menyenangkan semuanya. Terus membaca, latih keterampilan menulis, dan disiplin dengan jadwal. Seorang penulis juga butuh membaca agar kemahiran berbahasanya terus terasah.

Intinya, tidak perlu terbebani oleh hal-hal yang terlalu tinggi untuk menghasilkan tulisan bagus.


Bosan

Sumber : manado.tribunnews.com

Merasa bosan adalah suatu gejala alami yang bisa terjadi pada siapa pun. Apabila kita merasa bosan menulis satu genre tulisan misalnya, ini saatnya kita mulai bereksperimen dan mengasah kemampuan menulis kita dengan genre atau dengan gaya tulisan yang lain.

Beberapa cara berikut bisa kita lakukan untuk mengasah kemampuan penulisan kreatif kita, dan mungkin membantu kita agar bisa lebih berkembang:

  • Cobalah menulis novel atau cerpen, katakan dalam waktu sebulan. Ini bisa menjadi latihan sekaligus tantangan yang baik untuk mengasah kemampuan kita dalam menulis.
  • Menulis dengan gaya penulis terkenal tetapi dengan topik yang berbeda. Misalnya, kita menulis topik tentang politik, tetapi menggunakan gaya tulisan Sapardi yang mendayu dan tenang dengan.
  • Menulis narasi yang sama, tetapi dalam bentuk yang berbeda. Misalnya sebuah lirik lagu kita rubah atau adaptasi menjadi sebuah cerita pendek atau novel.

Kesimpulannya, setiap orang pasti menemui kesulitan ketika menulis. Namun, pada akhirnya, bagaimana kesulitan itu bisa diartikan sebagai tantangan yang menggairahkan untuk ditaklukkan.

             Jangan sampai hambatan kecil membuat kita patah dalam menulis tulisan. Mulai aja dulu, tekadkan tulisan ini bisa menjadi tulisan yang baik dan berguna bagi banyak orang. Tulisan tak harus soal satu buku penuh kok, semangat buat kita!

Referensi