Walau Gen Z Paling Dirugikan Akibat Covid-19, Tapi Karakternya Mampu Menjawab Tantangan

Gen Z disebut sebagai generasi yang paling berdampak atas pandemi Covid-19. Padahal karakter mereka dianggap sebagai generasi paling potensial dalam dunia kerja.

Walau Gen Z Paling Dirugikan Akibat Covid-19, Tapi Karakternya Mampu Menjawab Tantangan
Ilustrasi Gen Z yang produktif. Foto: dok.pexels

Bitjournal.id—Generasi Z adalah sebutan bagi mereka yang terlahir pada 1995 hingga 2010.  Berdasarkan teori generasi (Generation Theory) saat ini terdapat 5 generasi yang banyak dikenal masyarakat.

Generasi tersebut adalah generasi Baby Boomer yang lahir pada 1946-1964. Kedua generasi X lahir pada 1965-1980. Ketiga generasi Y atau lebih akrab disebut generasi milenial pada tahun 1981-1994. Keempat generasi Z lahir pada 1995-2010. Kelima generasi Alfa lahir pada 2011-2025. Gen Z lahir pada era digital sehingga sering disebut dengan generasi Net atau igeneration.

Saat ini pengaruh Covid-19 pun dirasakan oleh semua generasi. Termasuk generasi Z yang mulai memasuki dunia kerja. Untuk diketahui usia tertua dari Gen Z adalah 26 tahun. Alhasil, pandemi membawa pengaruh besar terhadap Gen Z yang baru saja memasuki dunia kerja.

Lembaga The Price’s Trust melalui laporan Kompas menyebut bahwa mayoritas Gen Z harus merelakan pekerjaan impian mereka karena pandemi Covid-19. Terlebih mereka adalah orang-orang yang baru saja menyelesaikan masa kuliahnya dan merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan, akibat kebijakan efisiensi karyawan di setiap perusahaan.

Ilustrasi penggunaan teknologi. Foto: dok. pexels

Ilustrasi penggunaan teknologi. Foto: dok. pexels

Gen Z dikenal sebagai generasi yang sangat produktif, bahkan mereka dijuluki memiliki ambisi yang tinggi. Namun CBT News melaporkan sebanyak 25% responden yang berada di usia Gen Z merasa ragu terhadap masa depan mereka.

Sebaliknya jika melihat pendapat Jason Dorsey, dalam buku How Gen Z is Going to Change the Future of Bussiness. Saat pandemi ini adalah momen yang tepat bagi Gen Z untuk mencetak ulang ambisi mereka dan memperbaiki masa depan.

Bagaimana karakter ambisius Gen Z saat di dunia kerja?

Menurut Akhmad Sudrajat, seorang praktisi pendidikan. Menjelaskan karakteristik Gen Z sebagai berikut:

Fasih Teknologi

Ilustrasi sosial media. Foto: dok.pexels

Ilustrasi sosial media. Foto: dok.pexels

Bukan hal yang aneh jika Gen Z mereka adalah generasi digital dan fasih terhadap perkembangan teknologi informasi. Gen Z dianggap mahir dan pandai mengoperasikan aplikasi komputer atau laptop. Sehingga akan mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja yang didominasi dengan penggunaan gadget.

Manusia Sosial

Gen Z dianggap memiliki toleransi tinggi terhadap sesama. Hal ini membuat waktu berinteraksi sosial lebih banyak. Saat ini interaksi tidak harus dilakukan secara langsung, bagi generasi ini interaksi dapat dilakukan melalui media sosial.

Beberapa media sosial kerap memenuhi gawai mereka meliputi Facebook, Twitter, Instagram, dan yang paling terbaru yakni Clubhouse. Hal ini dapat membawa manfaat baik, jika dalam dunia kerja. Relasi yang luas dapat membangun hubungan kerja sama dalam pekerjaan menjadi lebih mudah.

Kemampuan Multitasking

Ilustrasi multitasking. Foto: dok.pexels

Ilustrasi multitasking. Foto: dok.pexels

Sebagai generasi yang lahir di era modern generasi ini tidak menyukai sesuatu yang lambat dan berbelit-belit. Mereka dapat melakukan berbagai kegiatan sekaligus. Seperti mendengarkan musik, membaca, membalas pesan, dan mengerjakan kegiatan kantor sekaligus. Berkaitan dengan dunia kerja, ketiganya adalah karakter umum saja. Semuanya akan dikembalikan pada masing-masing individu bagaimana mereka berada di dunia kerja.

Editor: Wahyu Eko S.