WhatsApp, Telegram, hingga Signal Mana yang Lebih Baik Untuk Kegiatan PJJ?

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih diberlakukan. Namun penggunaan media App Communication seperti WhatsApp, Telegram, dan Signal kian meningkat. Untuk itu, manakah media PJJ yang paling efektif?

WhatsApp, Telegram, hingga Signal Mana yang Lebih Baik Untuk Kegiatan PJJ?
Pembelajaran Jarak Jauh. Foto: Kemdikbud.gi.id

Bitjournal.id—Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih diberlakukan sejak pandemi virus Corona menginfeksi Indonesia pada awal Maret 2020. Hingga kini, pembelajaran di Surabaya masih menerapkan PJJ, tak terkecuali Perguruan Tamansiswa Surabaya.

Sekolah yang bertempat di Jalan Lempung Mulya, Surabaya Barat. Masih melaksanakan pembelajaran jarak jauh mengingat angka pasien Covid belum menunjukkan penurunan. Pada pembelajaran daring, setiap kelas memiliki grup WhatsApp masing-masing. Grup tersebut mempermudah untuk menerima transfer informasi sehari-hari. Selain penggunaannya yang mudah, aplikasinya pun tergolong ringan. Sehingga dapat digunakan pada semua jenis smartphone.

Selain WhatsApp beberapa kelas juga menggunakan Telegram sebagai media belajar daring. Media tersebut dipilih oleh siswa karena dapat mengirimkan pesan lebih cepat jika dibandingkan dengan WhatsApp. Hal tersebut disebabkan Telegram adalah aplikasi berbasis cloud, sehingga untuk pengguna ponsel low budget juga dapat menggunakannya dengan maksimal.

Jumlah pengguna WhatsApp, Telegram, dan Signal. Foto: dok.pribadi

Jumlah pengguna WhatsApp, Telegram, dan Signal. Foto: dok.pribadi

Bagi siswa Perguruan Tamansiswa Surabaya yang berada di jenjang SMK, mereka lebih menyukai Telegram lantaran dinilai multitasking untuk digunakan saat praktik. Mereka yang cenderung belajar menggunakan laptop akan meninggalkan ponselnya saat kelas praktik dimulai. Maka penggunaan Telegram lebih diminati karena tetap nyaman saat digunakan melalui PC. Saat menggunakan PC, Telegram pada gawai pun tidak perlu aktif, sehingga lebih menghemat baterai.

Penggunaan Telegram juga dapat menggunakan web app untuk grup kelas angkatan. Jika grup WhatsApp hanya menampung maksimal 256 anggota. Sementara web app Telegram bisa menampung anggota grup hingga 5.000 orang. Sehingga sangat efektif dalam mengakomodasi alur komunikasi dengan para alumni.

Tak hanya itu, untuk keseharian Telegram lebih aman dibandingkan dengan WhatsApp. Telegram juga memiliki fitur secret chat sebagai fitur andalannya.

Mana yang lebih efektif?

Sayang sebagai pionir App Communication, di tahun 2021 WhatsApp mengubah kebijakan dan privasinya. Menyikapi hal itu, siswa Perguruan Tamansiswa Surabaya beberapa merasa keberatan sehingga mereka memilih untuk beralih ke media chatting lain.

Tapi pada prakteknya Telegram bukan satu-satunya aplikasi yang digemari siswa. Berdasarkan hasil survei dalam upaya mengetahui penggunaan media dalam PJJ.  Saat ini mereka tengah melakukan adaptasi baru menggunakan Signal.

Mereka (WhatsApp, Telegram, dan Signal) memiliki fungsi untuk berkirim pesan, baik teks, panggilan suara, termasuk video. Bahkan, pengguna juga dapat memanfaatkannya untuk berkirim gambar, file, video, dan membentuk grup chat.

Namun, bagi sebagian siswa, terkhusus di jenjang SMP, mereka nampak gagap dan harus beradaptasi terlebih dulu sebelum mulai menggunakannya. Seperti menggunakan fitur yang berbeda yakni Note to Self.

Dengan fitur ini, pengguna dapat membuat catatan untuk dirinya sendiri. Melalui fitur tersebut, pengguna dimungkinkan untuk meninjau terlebih dulu pesan yang ingin dikirimkan atau sekadar membuat catatan biasa. Nantinya, catatan ini dapat diakses di perangkat lain yang ditautkan dengan akun pengguna.

Alhasil media chatting atau komunikasi di saat PJJ akan lebih baik digunakan dengan menyesuaikan kondisi siswa. Apapun media yang digunakan haruslah dapat menunjang pengumpulan tugas PJJ tepat waktu. Jangan sampai perang pemilihan media di grup kelas menghambat konsentrasi pembelajaran yang dilakukan.

Editor: Wahyu Eko S.